Categories
kesehatan

Posyandu Remaja Tingkatkan Kepedulian Remaja terhadap Kesehatan

Durenan, 16 Juli 2026 – Karang Taruna Setia Bhakti Dukuh Durenan menggelar kegiatan Posyandu Remaja pada Kamis, 16 Juli 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di Balai Dukuh Durenan. Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta yang terdiri dari anggota Karang Taruna dan remaja setempat. Posyandu Remaja diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diwajibkan mengenakan pakaian rapi, membawa kartu BPJS, serta membayar iuran sebesar Rp4.000 sesuai ketentuan panitia. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek tekanan darah dan pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) kepada peserta. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pak Yatemin, Ketua RT 01 sekaligus pengawas kegiatan, mengatakan, “Posyandu Remaja merupakan kegiatan yang positif untuk meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin agar para remaja semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Dengan begitu, mereka dapat menerapkan pola hidup sehat dan mencegah berbagai penyakit sejak usia remaja,” ujar Pak Yatemin.

Kegiatan Posyandu Remaja berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari para peserta. Mereka tidak hanya mengikuti pemeriksaan kesehatan, tetapi juga aktif berkonsultasi dengan petugas mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja. Melalui kegiatan ini, Posyandu Remaja diharapkan dapat terus menjadi sarana edukasi dan pemantauan kesehatan bagi remaja di Dukuh Durenan sehingga mampu menciptakan generasi muda yang lebih sehat, peduli terhadap kesehatannya, dan membiasakan diri melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.(*septian)

Categories
budaya ekonomi

Muda dan Berbudaya, Selly Sukses Lestarikan Kain Lurik Beromset Rp15 Juta

KLATEN – Selly, seorang pengusaha muda berusia 25 tahun di Klaten, sukses melestarikan wastra tradisional kain lurik menjadi produk fashion modern yang diminati pasar. Melalui inovasi kreatif pada usaha turun-temurun ini, ia berhasil menjaga kelestarian budaya sekaligus mendapatkan omset hingga Rp15 juta per bulan.

Proses pembuatan lurik ini mengandalkan benang lawe putih produksi pabrik yang diolah sendiri melalui tahap pencucian, pewarnaan, hingga perendaman. Proses pewarnaan menggunakan dua metode, yaitu pewarna sintetis dan pewarna alami dari daun serta kayu, yang mana perbedaan bahan baku ini nantinya memengaruhi variasi harga jual kain. Produk akhir kemudian difokuskan pada busana siap pakai seperti outer dan kemeja kasual guna menjembatani estetika tradisional dengan selera generasi muda.

Selly menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam industri kreatif ini merupakan langkah strategis untuk meneruskan estafet bisnis keluarga. Menurutnya, eksistensi wastra Nusantara sangat bergantung pada keberanian generasi muda dalam berinovasi tanpa menghilangkan identitas aslinya. “Alasan saya memilih usaha kain lurik ini karena merupakan usaha turun temurun dan saya yakin usaha ini akan berkembang pesat kedepannya,” ujarnya.

Keunikan usaha ini terletak pada kombinasi penggunaan alat tenun tradisional dengan strategi pemasaran digital yang adaptif. Pola manajemen ini melatih bisnis lokal agar tetap tangguh menghadapi dinamika industri kreatif global melalui pendekatan edukasi sejarah di balik setiap helai kain yang ditawarkan kepada konsumen.

Selly berencana mengoptimalkan aktivitas digitalnya dengan mengaktifkan fitur live streaming secara berkala di platform TikTok dan Instagram. Upaya ini dirancang untuk memperluas jangkauan pasar nasional, berinteraksi langsung dengan pelanggan, sekaligus mengenalkan filosofi kain lurik secara interaktif. Melalui pemanfaatan teknologi media tersebut, usaha kreatif lokal ini diharapkan mampu memperkokoh fundamental bisnisnya secara berkelanjutan.(*laela)

Categories
kesehatan

Tenaga Kesehatan JIH Solo Tekankan Pentingnya Olahraga dan Deteksi Dini Penyakit

SURAKARTA – Olahraga bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, mengontrol berat badan, memperkuat otot dan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung

Orang yang paling berisiko terkena hipertensi adalah lansia, orang dengan riwayat keluarga hipertensi, penderita obesitas, perokok, orang yang sering mengonsumsi makanan tinggi garam, kurang berolahraga, sering mengalami stres, serta penderita diabetes atau penyakit ginjal jadi tidak selalu umur usia tua, anak usia lebih muda rentan 20 keatas juga rentan terkena hipertensi.

Seseorang sebaiknya memeriksakan diri ke dokter apabila demam berlangsung lebih dari 3 hari, suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih, disertai sesak napas, kejang, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, atau muncul ruam dan nyeri hebat.Vaksinasi dapat diperoleh di puskesmas, rumah sakit, klinik, praktik dokter, serta fasilitas kesehatan lain yang menyediakan layanan imunisasi.

Kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan karena mengganggu proses pemulihan tubuh, menurunkan daya tahan tubuh, mengganggu konsentrasi dan daya ingat, meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, serta penyakit jantung.

Cara menjaga kesehatan jantung adalah dengan berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi garam, gula, dan lemak jenuh, berhenti merokok, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, tidur yang cukup, serta rutin memeriksa tekanan darah, gula darah.(*rina)

Categories
ekonomi

Manfaatkan Keramaian Nobar Piala Dunia Pedagang Kaki Lima Kebanjiran pembeli

SURAKARTA – Antusiasme warga solo dalam menyaksikan piala dunia dimanfaat dengan cukup bijak oleh pedagang kaki lima. Mereka memanfaatkan momentum nobar piala dunia agar orang-orang yang datang tak hanya menonton bola, tetapi juga dibuat melipir membeli camilan untuk menemani waktu menonton mereka.

 orang-orang masuk mencari tempat, mereka terlebih dahulu mampir ke jajanan-jajanan yang ada di sekitaran balai kota. Ada kopi keliling, penjual es, pempek, telur gulung, dan lain sebagainya. Para penjual sendiri sudah berjaga dari tengah malam agar para pembeli bisa langsung berdatangan membeli dagangan mereka.

Pada Kamis (16/07/2026) sekitar jam satu dini hari, sudah banyak orang yang berdatangan ke balai kota Solo untuk menyaksikan pertandingan semi final antara Inggris dan Argentina. Tak hanya penonton yang ingin menyaksikan keseruan laga dan suasana nobar, tapi juga para penjual yang datang dengan harapan jualan mereka laris pembeli. “Saya tadi datang sekitar jam setengah dua. Begitu datang sudah ada beberapa yang beli. Terus ini pas jeda babak pada banyak yang beli,” ujar Pak Bagus selaku penjual pempek.

Beliau menambahkan kalau biasanya ia berjualan keliling. Hanya saja saat lewat balai kota ia tak sengaja melihat kerumunan orang berdatangan. Ketika ditanya, ternyata ada acara nobar piala dunia. Ia memutuskan melipir dan sudah berjualan di balai kota dari kemarin.

Acara ini sendiri diselenggarakan oleh Pemkot Solo bersama Socrative dan HIPMI Solo yang diadakan di halaman balai kota pada 15-16 Juli. Suasana nobar sendiri begitu antusias sejak laga pertama dimulai pada pukul 02.00 WIB. hingga selesai sekitar jam 4 pagi. Meski sempat ada gangguan pada layar, kondisi tetap terkendali sampai acara selesai.(*ridho)

Categories
ekonomi

Usaha Puding Ikan Milik Warga Solo Bertahan di Tengah Persaingan Kuliner

SURAKARTA – Sejak beberapa tahun terakhir, Bu Nur (51), pelaku usaha mikro asal Solo, konsisten mengembangkan usaha puding ikan yang dirintisnya dari skala kecil. Hingga kini, produk buatannya dipasarkan dengan cara dititipkan di Tenongan Area Solo, sekaligus melayani pesanan yang dapat diambil langsung di rumah maupun diantar kepada pelanggan.

Bu Nur mengatakan bahwa usahanya bermula dari keinginan menghadirkan olahan makanan yang berbeda sekaligus menambah penghasilan keluarga. Dengan mengutamakan kualitas bahan dan cita rasa, puding ikan buatannya perlahan mulai dikenal oleh pelanggan tetap. “Awalnya saya hanya membuat dalam jumlah kecil. Setelah beberapa waktu dan banyak yang suka, akhirnya saya menitipkan produk di Tenongan Area Solo dan juga menerima pesanan dari pelanggan,” ujar Bu Nur saat ditemui.

Selain mengandalkan penjualan di lokasi penitipan, Bu Nur memanfaatkan layanan pesan antar agar produknya dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Menurutnya, sistem tersebut memudahkan pelanggan yang tidak sempat datang langsung, terutama saat ada pesanan untuk acara keluarga atau kebutuhan mendadak.

Meski persaingan usaha kuliner semakin ketat dari waktu ke waktu,Bu Nur terus berupaya mempertahankan kualitas produk dan pelayanan. Ia berharap usahanya dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi bagi perekonomian keluarga. “Saya berharap usaha ini bisa semakin dikenal masyarakat. Semoga ke depannya penjualan meningkat dan saya bisa terus mempertahankan kualitas produk,” katanya.

Keberadaan usaha mikro seperti yang dijalankan Nur menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dengan inovasi produk dan pelayanan yang baik, usaha kecil memiliki peluang untuk terus tumbuh di tengah persaingan pasar yang terus berubah dari waktu ke waktu.(*araka)

Categories
hiburan

Nyore di Halaman Lokananta, Ruang Santai Favorit Anak Muda Solo

SURAKARTA – Halaman depan Lokananta Solo kini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, khususnya kalangan anak muda, untuk menghabiskan waktu sore. Suasana yang rindang, area yang luas, serta keberadaan pelaku UMKM menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi untuk bersantai tanpa harus masuk ke area dalam Lokananta.

Menjelang sore hari, pengunjung mulai memadati halaman Lokananta. Sebagian datang bersama teman untuk berbincang, ada yang mengerjakan tugas kuliah, menikmati secangkir kopi, hingga sekadar duduk santai menikmati suasana. Aktivitas tersebut menjadi pemandangan yang hampir selalu ditemui setiap akhir pekan maupun hari kerja.

Salah seorang pengunjung, Ana, mengaku cukup sering menghabiskan waktu di halaman Lokananta. Menurutnya, tempat ini memiliki suasana yang nyaman sehingga cocok untuk berbagai aktivitas ringan. “Saya lumayan sering ke sini, mungkin bisa 2 sampai 4 kali dalam seminggu. Biasanya sore buat nyore, sambil ngerjain tugas, nongkrong bareng teman, atau sekadar ngopi. Suasananya nyaman, adem, dan enak buat ngobrol,” ujar Ana.

Selain menjadi tempat berkumpul, ramainya pengunjung juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar halaman Lokananta. Beragam pilihan makanan, minuman, hingga camilan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Ana menilai keberadaan UMKM membuat suasana semakin hidup. Ia mengaku hampir setiap kali berkunjung selalu membeli makanan atau minuman dari pedagang yang berjualan di sekitar lokasi. “Kalau ke sini biasanya sekalian beli minuman atau jajanan. Jadi sekalian bantu nglarisin UMKM juga,” katanya.

Perpaduan antara ruang terbuka yang nyaman, suasana santai, dan hadirnya berbagai UMKM menjadikan halaman Lokananta lebih dari sekadar tempat singgah. Kawasan ini telah berkembang menjadi ruang publik yang mendukung interaksi sosial sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Dengan konsep ruang terbuka yang mudah diakses, halaman Lokananta terus menjadi pilihan masyarakat Solo untuk menikmati waktu sore. Aktivitas sederhana seperti nyore, mengerjakan tugas, nongkrong bersama teman, hingga menikmati kuliner lokal menjadi hiburan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat keberadaan ruang publik yang ramah bagi semua kalangan.(*uswa)

Categories
kesehatan

Kesadaran Menjaga Kesehatan Tubuh Ubah Kebiasaan Mager Para Remaja

Surakarta – Mengangkat realitas fenomena anak muda yang terjebak budaya mager (malas gerak), kini mulai muncul kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan tubuh. Akibatnya, muncul motivasi untuk memperbaiki kualitas hidup sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan fisik sekaligus tren gaya hidup modern yang positif.

Berdasarkan data SKI Kemenkes pada tahun 2025, mencatat 50 hingga 58 persen remaja Indonesia tergolong ‘mager’. Namun, kondisi kini mulai bergeser seiring tingginya kesadaran menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, di mana Survei Populix menemukan 94 persen Gen Z kini rutin berolahraga.

Hal positif ini sangat terasa di tingkat lokal, salah satunya di Kota Solo. Kini, banyak anak muda terutama di saat sore hari berbondong-bondong datang ke stadion Manahan Solo untuk melakukan aktivitas olahraga, seperti jogging, basket, panjat tebing, dan lain sebagainya.

Di area stadion Manahan Solo sendiri terdapat beberapa arena olahraga luar yang dibuka untuk umum seperti salah satunya lapangan basket. Pengunjung dapat menggunakan lapangan secara bebas untuk berolahraga. Hal inilah yang menarik minat anak muda solo mau bergerak melakukan aktivitas di luar ruangan karena fasilitas gratis yang telah disediakan. Salah satu pengunjung yang merasakannya adalah Desta seorang mahasiswa yang bisa bermain basket gratis bersama teman-temannya.

“Awalnya saya iseng ikut karena diajak teman. Tapi karena tempatnya sendiri gratis dan bisa main sebebasnya jadi saya biasanya sering ke sini untuk bermain basket bersama yang lainnya,” ujarnya pada Sabtu (11/07/2026) sore hari.

Desta juga menambahkan bahwa ia rutin bermain basket satu sampai dua kali seminggu untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Hal ini juga dilakukan untuk mengisi waktu luang di sela kuliah agar tidak hanya bermain game ataupun tiduran.

Ramainya Stadion Manahan menjadikan kesadaran menjaga kesehatan bukan lagi sekadar hal yang bisa diabaikan begitu saja. Dengan fasilitas publik yang makin memadai seperti berbagai arena olahraga luar ruangan, serta ruang publik hijau untuk masyarakat umum menciptakan antusiasme yang terus meningkat. Budaya sehat ini diharapkan dapat terus konsisten dilakukan demi memutus rantai kebiasaan kurang bergerak di kalangan remaja.

Categories
kesehatan

Menjaga Kesehatan Saat Nongkrong di Rumah Teman

Boyolali-11 Juli 2026 – Nongkrong di rumah teman menjadi salah satu aktivitas yang digemari anak muda untuk menghabiskan waktu bersama. Selain lebih hemat dibandingkan berkumpul di kafe, suasana rumah juga dinilai lebih santai dan nyaman. Namun, kebiasaan ini tetap perlu dibarengi dengan kesadaran menjaga kesehatan agar tidak menimbulkan risiko bagi diri sendiri maupun orang lain. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berkumpul di rumah teman antara lain menjaga kebersihan tangan sebelum makan, menggunakan peralatan makan yang bersih, serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi aman. Selain itu, ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik akan membuat suasana lebih nyaman dan mengurangi risiko penularan penyakit. Kebiasaan begadang saat mengobrol hingga larut malam juga sebaiknya dihindari. Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu konsentrasi pada keesokan harinya. Anak muda juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula yang sering disajikan saat berkumpul. Apabila ada teman yang sedang mengalami demam, batuk, atau gejala penyakit menular, sebaiknya kegiatan nongkrong ditunda atau dilakukan dengan tetap menjaga jarak dan menerapkan etika batuk serta bersin. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, kegiatan nongkrong di rumah teman tetap dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan tanpa mengabaikan kesehatan. Kesadaran setiap individu untuk menjaga diri dan lingkungan menjadi kunci agar kebersamaan tetap aman dan nyaman bagi semua.

Categories
Lifestyle

Mencoba Nail Art di Koridor Gatsu Solo: Saat Gaya Menjadi Cara Anak Muda Mengekspresikan Diri

Surakarta-Pada Sabtu, 27 Juni 2026, saya mendatangi stan nail art yang berada di kawasan Koridor Gatsu Solo untuk merasakan langsung pengalaman yang sedang digemari anak-anak muda. Di balik meja kecil yang dipenuhi ratusan pilihan warna kuteks, seorang nail artist dengan ramah menyambut setiap pelanggan. Ia menjelaskan bahwa nail art kini bukan lagi sekadar tren kecantikan perempuan, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup yang dapat dinikmati siapa saja.

“Nail art adalah media untuk mengekspresikan diri. Tidak ada batasan siapa yang boleh memakainya, yang terpenting adalah rasa percaya diri dan kenyamanan pemakainya,” ujar nail artist saat proses pengerjaan.

Stan nail art tersebut beroperasi setiap akhir pekan mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Sebelum proses pengerjaan dimulai, pelanggan disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu mengenai desain yang diinginkan. Hal ini bertujuan agar terdapat kesepakatan antara pelanggan dan nail artist mengenai tingkat kesulitan desain, waktu pengerjaan, serta biaya yang akan dikenakan.

Sebagai pemula yang baru pertama kali mencoba nail art, saya memilih desain sederhana bernuansa merah dengan sentuhan karakter kecil. Untuk desain tersebut, saya mengeluarkan biaya sekitar Rp150.000. Namun, nail artist menjelaskan bahwa harga tidak bersifat tetap, melainkan disesuaikan dengan tingkat kerumitan desain yang diminta pelanggan. Semakin rumit detail dan teknik pengerjaannya, semakin tinggi biaya yang harus dibayarkan.

Pengalaman ini memberikan sudut pandang baru bagi saya mengenai perkembangan lifestyle anak muda di Kota Solo. Nail art bukan sekadar mengikuti tren, tetapi telah menjadi salah satu bentuk ekspresi diri yang tumbuh bersama ruang kreatif seperti Koridor Gatsu. Dari sekadar datang untuk melakukan observasi sebagai layaknya seorang wartawan, saya justru pulang dengan pengalaman baru dan pemahaman bahwa sebuah karya kecil di ujung jari ternyata mampu menceritakan karakter dan kepercayaan diri seseorang.

Categories
kesehatan

Puskesmas Setabelan Gencarkan Cek Kesehatan Gratis, Dorong Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

SURAKARTA – Pada Awal Tahun 2026 Puskesmas Setabelan terus menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi.

Program ini terbuka bagi masyarakat dan bertujuan membantu warga mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, kadar gula darah, serta konsultasi kesehatan dengan tenaga medis.

Petugas Kesehatan Setabelan mengatakan bahwa penyakit tidak menular sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga pemeriksaan rutin menjadi langkah penting dalam pencegahan.

“Melalui program Cek Kesehatan Gratis ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang penanganannya,” ujar Petugas  Kesehatan.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi mengenai pola makan bergizi, pentingnya aktivitas fisik, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Salah seorang warga yang mengikuti pemeriksaan mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut.

“Pelayanannya cepat dan gratis. Saya jadi tahu kondisi tekanan darah saya dan mendapat penjelasan langsung dari petugas kesehatan tentang cara menjaganya agar tetap normal,” kata Rina, salah satu peserta pemeriksaan.

Melalui program ini, Puskesmas Setabelan berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan preventif sehingga angka penyakit tidak menular di Kota Surakarta dapat ditekan.7/11