Categories
kesehatan

Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Penyakit Musiman

SURAKARTA – Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai penyakit musiman. Kondisi suhu yang tinggi dapat memicu gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, diare, muntah, dan demam, terutama jika tubuh kekurangan cairan atau mengonsumsi makanan yang kurang higienis.

Salah satu warga Surakarta, Tatik, menceritakan bahwa adiknya yang berusia 18 tahun mengalami diare, muntah, dan demam selama dua hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh cuaca panas yang membuat tubuh anaknya menjadi lebih mudah lemas dan kehilangan cairan. “Awalnya adik saya mengeluh badannya panas, kemudian muntah dan diare. Sudah dua hari kondisinya seperti itu, jadi sekarang kami memilih merawatnya di rumah sambil memastikan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi dan memberinya makanan yang mudah dicerna,” ujar Tatik.

Ia mengatakan selama masa perawatan, adiknya lebih banyak beristirahat dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, keluarga juga rutin memberikan air putih dan larutan elektrolit untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare dan muntah.

Kondisi cuaca yang panas memang dapat meningkatkan risiko dehidrasi apabila tubuh tidak memperoleh asupan cairan yang cukup. Apabila disertai diare dan muntah, kehilangan cairan akan berlangsung lebih cepat sehingga perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi.

Masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta menghindari aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu yang lama. Jika gejala seperti demam tinggi, diare, atau muntah terus berlanjut dan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, penderita sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Dengan menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan yang bersih, serta memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, risiko penyakit musiman selama cuaca panas dapat diminimalkan sehingga masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dengan baik. (*uswa)

Categories
kesehatan

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Padatnya Aktifitas Perkuliahan

SURAKARTA, 25 JULI 2026– Padatnya aktivitas perkuliahan membuat mahasiswa rentan mengalami stres. Latifahtul Sakina (24), mahasiswa semester akhir Fakultas Geografi, mengatakan bahwa kemampuan mengelola pikiran dan emosi serta menjaga kebahagiaan menjadi kunci untuk mempertahankan kesehatan mental di tengah tuntutan akademik.

Menurut Latifahtul, tekanan tugas kuliah dapat memicu stres apabila tidak dikelola dengan baik. Ia mengatakan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk mengatur pola pikir, terutama ketika harus membagi waktu antara perkuliahan dan pekerjaan.

“Menjadi seorang mahasiswa harus pintar dalam mengelola pola pikir, apalagi ketika kita sibuk dengan perkuliahan dan pekerjaan. Mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi salah satu cara saya dalam mengontrol emosi. Selain itu, menyibukkan diri dengan kegiatan positif dan selalu belajar hal baru juga dapat membantu mengalihkan pikiran dari berbagai masalah,” ujarnya.

Selain menjaga suasana hati, pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, berolahraga, dan mengelola stres juga penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Dengan membiasakan diri menjalani pola hidup sehat dan menjaga kesehatan mental, mahasiswa diharapkan dapat menjalani aktivitas perkuliahan secara optimal tanpa mengabaikan kesejahteraan diri. Kebahagiaan pun bukan sekadar perasaan, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan.(*elisa)

Categories
kesehatan

Kisah seorang Nenek Bangkit dari Diabetes dan Asam Urat di Usia Tua

WONOGIRI – Cerita perjuangan melawan penyakit parah datang dari Mbah Tukini, seorang lansia berusia 63 tahun asal Wonogiri. Sempat terpuruk akibat komplikasi diabetes dan asam urat, kini kondisinya mulai membaik karena rajin minum obat dan mau menjaga pola makan.

Satu tahun lalu, kesehatan Mbah Tukini sempat drop. Komplikasi diabetes yang di alaminya membuat gigi beliau habis tanggal. Ditambah lagi, asam urat yang kambuh bikin kakinya sering nyeri hebat sampai susah dipakai berjalan. Kebiasaan suka makan dan minum yang manis-manis di masa lalu jadi salah satu pemicu utamanya.

Sehari-hari, Mbah Tukini tinggal bersama anak perempuannya. Namun karena anaknya harus bekerja dari pagi sampai malam, beliau sudah terbiasa sendirian di rumah. Meski sering merasa sepi, semangat Mbah Tukini untuk sembuh tidak surut. Beliau rutin minum obat tiap hari sampai akhirnya rasa sakitnya berkurang dan bisa beraktivitas lagi. “Sekarang saya minum obat setiap hari untuk menghilangkan rasa nyeri di kaki,” kata Mbah Tukini. Selain rajin minum obat, beliau juga mulai mawas diri dengan mengurangi makanan yang manis-manis.

Pentingnya disiplin berobat bagi lansia ini juga diakui oleh Wulan, seorang mahasiswa kesehatan dari Poltekkes Kemenkes Surakarta. Menurutnya, minum obat teratur bagi penderita diabetes dan asam urat di usia lanjut itu hukumnya wajib. “Penting, untuk menjaga kestabilan gula darah, dan mempertahankan kualitas hidup lansia,” jelas Wulan.

Kisah Mbah Tukini ini jadi pelajaran berharga buat kita semua. Mau seberapa tua pun usianya, penderita penyakit kronis seperti diabetes tetap punya peluang besar untuk pulih dan nyaman beraktivitas, asalkan nurut minum obat dan mau mengatur pola makan.(*laela)

Categories
kesehatan

Cuaca Tidak Menentu, Kasus Flu dan Batuk Mulai Banyak Dikeluhkan Masyarakat

SURAKARTA – Beberapa minggu terakhir, cuaca di Kota Surakarta dan sekitarnya terasa sulit diprediksi. Pagi hari udaranya cukup dingin, siang berubah jadi sangat panas, lalu sore atau malam cuaca bisa menjadi sangat dingin. Kondisi seperti ini ternyata mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Banyak orang mengaku mengalami flu, batuk, pilek, sakit tenggorokan, bahkan demam ringan.

Di beberapa puskesmas dan klinik, keluhan seperti flu dan batuk menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami masyarakat. Bukan hanya anak-anak, orang dewasa yang punya aktivitas padat juga mulai banyak yang mengeluhkan kondisi badan yang mudah lelah dan gampang sakit. Perubahan suhu yang terjadi dalam waktu singkat membuat tubuh harus terus beradaptasi. Kalau daya tahan tubuh sedang menurun, virus penyebab flu dan batuk jadi lebih mudah menyerang.

Selain cuaca yang tidak menentu, kebiasaan sehari-hari juga ikut memengaruhi kondisi kesehatan. Masih banyak orang yang kurang istirahat karena pekerjaan atau aktivitas yang padat, kurang minum air putih, dan sering menunda makan. Hal-hal seperti ini membuat sistem imun tubuh melemah sehingga risiko terkena flu dan batuk menjadi lebih besar.

Supaya tidak mudah sakit, masyarakat diimbau untuk mulai lebih memperhatikan kondisi tubuh. Cara yang bisa dilakukan sebenarnya cukup sederhana, seperti makan makanan yang bergizi, memperbanyak minum air putih, tidur yang cukup, rutin berolahraga, serta membawa payung atau jas hujan saat bepergian. Kalau sedang flu atau batuk, sebaiknya menggunakan masker agar tidak menularkan virus kepada orang lain, terutama saat berada di tempat ramai.

Wawancara Narasumber

Reporter: “ Akhir-akhir ini cuaca sering berubah-ubah. Menurut Mas Bilal, apakah kondisi ini berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat?”

Bilal Abdullah:   “Iya, menurut saya sangat berpengaruh. Sekarang cuacanya susah ditebak. Pagi dingin, siang panas banget, terus sore hujan. Saya lihat banyak teman, tetangga, bahkan keluarga yang mulai kena flu dan batuk. Kalau badan lagi capek atau kurang istirahat, biasanya jadi lebih gampang tertular.”

Reporter: “Belakangan ini, apakah Anda juga melihat semakin banyak orang yang mengalami flu dan batuk?”

Bilal Abdullah: “Iya, cukup banyak. Di tempat kerja dan lingkungan rumah saya juga banyak yang lagi batuk atau pilek. Ada yang awalnya cuma tenggorokan sakit, terus beberapa hari kemudian jadi flu. Menurut saya, ini memang karena cuaca yang lagi tidak stabil ditambah aktivitas masyarakat yang cukup padat.”

Reporter: Menurut Anda, apa yang bisa dilakukan supaya tidak mudah sakit di musim seperti sekarang?

Bilal Abdullah: “Yang paling penting itu menjaga daya tahan tubuh. Jangan sering begadang, makan yang teratur, banyak minum air putih, dan kalau bisa sempatkan olahraga walaupun sebentar. Kalau hujan juga jangan dipaksakan kehujanan. Kalau badan sudah mulai terasa kurang enak, lebih baik istirahat dulu daripada dipaksakan kerja atau beraktivitas.”

Reporter: “Ada pesan untuk masyarakat yang mungkin sedang mengalami gejala flu atau batuk?”

Bilal Abdullah: “Pesan saya jangan anggap remeh flu dan batuk. Memang kelihatannya penyakit ringan, tapi kalau dibiarkan bisa makin parah. Kalau sedang sakit, lebih baik istirahat di rumah, pakai masker saat keluar, dan kalau gejalanya sudah beberapa hari tidak membaik atau malah semakin berat, segera periksa ke dokter atau puskesmas supaya bisa ditangani lebih cepat.”

Melihat kondisi cuaca yang diperkirakan masih sering berubah dalam beberapa waktu ke depan, masyarakat diharapkan lebih peduli dengan kesehatannya. Menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan cukup istirahat menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena flu dan batuk. Dengan saling menjaga kesehatan dan tidak menyepelekan gejala yang muncul, diharapkan penyebaran penyakit musiman bisa ditekan sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan nyaman.(*rifky)

Categories
kesehatan

Menjaga Pola Hidup Sehat Sebagai Mahasiswa

Surakarta – Menjaga pola hidup sehat menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama di kalangan mahasiswa yang memiliki aktivitas padat. Pola hidup sehat mencakup kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, serta mampu mengelola stres dengan baik agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.

Di tengah kesibukan perkuliahan, banyak mahasiswa sering mengabaikan kesehatan karena jadwal yang padat, tugas yang menumpuk, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. Padahal, menjaga pola hidup sehat dapat meningkatkan konsentrasi, produktivitas, dan daya tahan tubuh sehingga aktivitas belajar dapat berjalan dengan lebih maksimal. Kebiasaan sederhana seperti sarapan sebelum beraktivitas, minum air putih yang cukup, serta mengurangi konsumsi minuman manis juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.

Dalam wawancara yang dilakukan di Lobby Politeknik Indonusa Surakarta, Natacia (20) mengatakan bahwa menjaga pola makan merupakan langkah awal untuk hidup sehat. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi harus mengandung gizi seimbang, seperti buah-buahan, sayuran, dan protein. Selain itu,olahraga juga menjadi bagian penting untuk menjaga kebugaran tubuh. “Kalau makan harus pilih yang bergizi, harus seimbang antara buah, sayur, dan proteinya.selain itu juga harus diimbangi olahraga walaupun tidak setiap hari. Kalau ada waktu senggang di sela-sela kuliah, saya biasanya jogging,” ujar natacia pada 17 Juli 2026.

Natacia juga menambahkan bahwa pola tidur yang teratur selama 7-8 jam setiap malam berperan penting dalam memulihkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan. Di samping itu, mengelola stres melalui kegiatan positif seperti bercerita, menjalankan hobi, atau melakukan aktivitas yang disukai juga dapat membantu meningkatkan suasana hati dan menjaga kesehatan mental. Para tenaga kesehatan juga menganjurkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan agar penyakit dapat dideteksi sejak dini. Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten melalui pola makan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan pengelolaan stress yang baik, masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat mencegah berbagai penyakit, meningkatkan kebugaran, serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih produktif dan optimal. Pola hidup sehat bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. (*dea)

Categories
kesehatan

Posyandu Remaja Tingkatkan Kepedulian Remaja terhadap Kesehatan

Durenan, 16 Juli 2026 – Karang Taruna Setia Bhakti Dukuh Durenan menggelar kegiatan Posyandu Remaja pada Kamis, 16 Juli 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di Balai Dukuh Durenan. Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta yang terdiri dari anggota Karang Taruna dan remaja setempat. Posyandu Remaja diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan melalui pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diwajibkan mengenakan pakaian rapi, membawa kartu BPJS, serta membayar iuran sebesar Rp4.000 sesuai ketentuan panitia. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek tekanan darah dan pemberian Tablet Tambah Darah (Fe) kepada peserta. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pak Yatemin, Ketua RT 01 sekaligus pengawas kegiatan, mengatakan, “Posyandu Remaja merupakan kegiatan yang positif untuk meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin agar para remaja semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Dengan begitu, mereka dapat menerapkan pola hidup sehat dan mencegah berbagai penyakit sejak usia remaja,” ujar Pak Yatemin.

Kegiatan Posyandu Remaja berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari para peserta. Mereka tidak hanya mengikuti pemeriksaan kesehatan, tetapi juga aktif berkonsultasi dengan petugas mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja. Melalui kegiatan ini, Posyandu Remaja diharapkan dapat terus menjadi sarana edukasi dan pemantauan kesehatan bagi remaja di Dukuh Durenan sehingga mampu menciptakan generasi muda yang lebih sehat, peduli terhadap kesehatannya, dan membiasakan diri melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.(*septian)

Categories
kesehatan

Tenaga Kesehatan JIH Solo Tekankan Pentingnya Olahraga dan Deteksi Dini Penyakit

SURAKARTA – Olahraga bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru, mengontrol berat badan, memperkuat otot dan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung

Orang yang paling berisiko terkena hipertensi adalah lansia, orang dengan riwayat keluarga hipertensi, penderita obesitas, perokok, orang yang sering mengonsumsi makanan tinggi garam, kurang berolahraga, sering mengalami stres, serta penderita diabetes atau penyakit ginjal jadi tidak selalu umur usia tua, anak usia lebih muda rentan 20 keatas juga rentan terkena hipertensi.

Seseorang sebaiknya memeriksakan diri ke dokter apabila demam berlangsung lebih dari 3 hari, suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih, disertai sesak napas, kejang, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, atau muncul ruam dan nyeri hebat.Vaksinasi dapat diperoleh di puskesmas, rumah sakit, klinik, praktik dokter, serta fasilitas kesehatan lain yang menyediakan layanan imunisasi.

Kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan karena mengganggu proses pemulihan tubuh, menurunkan daya tahan tubuh, mengganggu konsentrasi dan daya ingat, meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, serta penyakit jantung.

Cara menjaga kesehatan jantung adalah dengan berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi garam, gula, dan lemak jenuh, berhenti merokok, menghindari konsumsi alkohol berlebihan, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, tidur yang cukup, serta rutin memeriksa tekanan darah, gula darah.(*rina)

Categories
kesehatan

Kesadaran Menjaga Kesehatan Tubuh Ubah Kebiasaan Mager Para Remaja

Surakarta – Mengangkat realitas fenomena anak muda yang terjebak budaya mager (malas gerak), kini mulai muncul kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan tubuh. Akibatnya, muncul motivasi untuk memperbaiki kualitas hidup sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan fisik sekaligus tren gaya hidup modern yang positif.

Berdasarkan data SKI Kemenkes pada tahun 2025, mencatat 50 hingga 58 persen remaja Indonesia tergolong ‘mager’. Namun, kondisi kini mulai bergeser seiring tingginya kesadaran menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, di mana Survei Populix menemukan 94 persen Gen Z kini rutin berolahraga.

Hal positif ini sangat terasa di tingkat lokal, salah satunya di Kota Solo. Kini, banyak anak muda terutama di saat sore hari berbondong-bondong datang ke stadion Manahan Solo untuk melakukan aktivitas olahraga, seperti jogging, basket, panjat tebing, dan lain sebagainya.

Di area stadion Manahan Solo sendiri terdapat beberapa arena olahraga luar yang dibuka untuk umum seperti salah satunya lapangan basket. Pengunjung dapat menggunakan lapangan secara bebas untuk berolahraga. Hal inilah yang menarik minat anak muda solo mau bergerak melakukan aktivitas di luar ruangan karena fasilitas gratis yang telah disediakan. Salah satu pengunjung yang merasakannya adalah Desta seorang mahasiswa yang bisa bermain basket gratis bersama teman-temannya.

“Awalnya saya iseng ikut karena diajak teman. Tapi karena tempatnya sendiri gratis dan bisa main sebebasnya jadi saya biasanya sering ke sini untuk bermain basket bersama yang lainnya,” ujarnya pada Sabtu (11/07/2026) sore hari.

Desta juga menambahkan bahwa ia rutin bermain basket satu sampai dua kali seminggu untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Hal ini juga dilakukan untuk mengisi waktu luang di sela kuliah agar tidak hanya bermain game ataupun tiduran.

Ramainya Stadion Manahan menjadikan kesadaran menjaga kesehatan bukan lagi sekadar hal yang bisa diabaikan begitu saja. Dengan fasilitas publik yang makin memadai seperti berbagai arena olahraga luar ruangan, serta ruang publik hijau untuk masyarakat umum menciptakan antusiasme yang terus meningkat. Budaya sehat ini diharapkan dapat terus konsisten dilakukan demi memutus rantai kebiasaan kurang bergerak di kalangan remaja.

Categories
kesehatan

Menjaga Kesehatan Saat Nongkrong di Rumah Teman

Boyolali-11 Juli 2026 – Nongkrong di rumah teman menjadi salah satu aktivitas yang digemari anak muda untuk menghabiskan waktu bersama. Selain lebih hemat dibandingkan berkumpul di kafe, suasana rumah juga dinilai lebih santai dan nyaman. Namun, kebiasaan ini tetap perlu dibarengi dengan kesadaran menjaga kesehatan agar tidak menimbulkan risiko bagi diri sendiri maupun orang lain. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berkumpul di rumah teman antara lain menjaga kebersihan tangan sebelum makan, menggunakan peralatan makan yang bersih, serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi aman. Selain itu, ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik akan membuat suasana lebih nyaman dan mengurangi risiko penularan penyakit. Kebiasaan begadang saat mengobrol hingga larut malam juga sebaiknya dihindari. Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu konsentrasi pada keesokan harinya. Anak muda juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula yang sering disajikan saat berkumpul. Apabila ada teman yang sedang mengalami demam, batuk, atau gejala penyakit menular, sebaiknya kegiatan nongkrong ditunda atau dilakukan dengan tetap menjaga jarak dan menerapkan etika batuk serta bersin. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, kegiatan nongkrong di rumah teman tetap dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan tanpa mengabaikan kesehatan. Kesadaran setiap individu untuk menjaga diri dan lingkungan menjadi kunci agar kebersamaan tetap aman dan nyaman bagi semua.

Categories
kesehatan

Puskesmas Setabelan Gencarkan Cek Kesehatan Gratis, Dorong Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

SURAKARTA – Pada Awal Tahun 2026 Puskesmas Setabelan terus menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi.

Program ini terbuka bagi masyarakat dan bertujuan membantu warga mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, kadar gula darah, serta konsultasi kesehatan dengan tenaga medis.

Petugas Kesehatan Setabelan mengatakan bahwa penyakit tidak menular sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga pemeriksaan rutin menjadi langkah penting dalam pencegahan.

“Melalui program Cek Kesehatan Gratis ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang penanganannya,” ujar Petugas  Kesehatan.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi mengenai pola makan bergizi, pentingnya aktivitas fisik, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Salah seorang warga yang mengikuti pemeriksaan mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut.

“Pelayanannya cepat dan gratis. Saya jadi tahu kondisi tekanan darah saya dan mendapat penjelasan langsung dari petugas kesehatan tentang cara menjaganya agar tetap normal,” kata Rina, salah satu peserta pemeriksaan.

Melalui program ini, Puskesmas Setabelan berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan preventif sehingga angka penyakit tidak menular di Kota Surakarta dapat ditekan.7/11