Categories
kesehatan

Kisah seorang Nenek Bangkit dari Diabetes dan Asam Urat di Usia Tua

WONOGIRI – Cerita perjuangan melawan penyakit parah datang dari Mbah Tukini, seorang lansia berusia 63 tahun asal Wonogiri. Sempat terpuruk akibat komplikasi diabetes dan asam urat, kini kondisinya mulai membaik karena rajin minum obat dan mau menjaga pola makan.

Satu tahun lalu, kesehatan Mbah Tukini sempat drop. Komplikasi diabetes yang di alaminya membuat gigi beliau habis tanggal. Ditambah lagi, asam urat yang kambuh bikin kakinya sering nyeri hebat sampai susah dipakai berjalan. Kebiasaan suka makan dan minum yang manis-manis di masa lalu jadi salah satu pemicu utamanya.

Sehari-hari, Mbah Tukini tinggal bersama anak perempuannya. Namun karena anaknya harus bekerja dari pagi sampai malam, beliau sudah terbiasa sendirian di rumah. Meski sering merasa sepi, semangat Mbah Tukini untuk sembuh tidak surut. Beliau rutin minum obat tiap hari sampai akhirnya rasa sakitnya berkurang dan bisa beraktivitas lagi. “Sekarang saya minum obat setiap hari untuk menghilangkan rasa nyeri di kaki,” kata Mbah Tukini. Selain rajin minum obat, beliau juga mulai mawas diri dengan mengurangi makanan yang manis-manis.

Pentingnya disiplin berobat bagi lansia ini juga diakui oleh Wulan, seorang mahasiswa kesehatan dari Poltekkes Kemenkes Surakarta. Menurutnya, minum obat teratur bagi penderita diabetes dan asam urat di usia lanjut itu hukumnya wajib. “Penting, untuk menjaga kestabilan gula darah, dan mempertahankan kualitas hidup lansia,” jelas Wulan.

Kisah Mbah Tukini ini jadi pelajaran berharga buat kita semua. Mau seberapa tua pun usianya, penderita penyakit kronis seperti diabetes tetap punya peluang besar untuk pulih dan nyaman beraktivitas, asalkan nurut minum obat dan mau mengatur pola makan.(*laela)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *