Categories
hiburan

Serunya Bermain dan Outbound di Kebon Gulo Boyolali

BOYOLALI – Suasana Agrowisata Kebon Gulo di Desa Kebongula, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, tampak semarak pada Minggu (12/7/2026). Selain menjadi tujuan wisata keluarga, kawasan tersebut juga menjadi lokasi kegiatan outbound yang diikuti rombongan TPA Al-Azhar Klaten.

Beragam fasilitas tersedia di Kebon Gulo, mulai dari kolam renang anak dan dewasa, taman bermain, kolam terapi ikan, hingga kawasan agrowisata buah. Area yang luas menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk berlibur maupun menggelar berbagai kegiatan.

Salah satu pengunjung, Aulia, mengaku senang menghabiskan waktu di Kebon Gulo karena tersedia berbagai wahana yang dapat dinikmati.

“Seru banget di sini. Selain berenang, aku juga bisa bersantai di taman,” ujamya.

Pada kesempatan yang sama, rombongan TPA Al-Azhar Klaten mengawali kegiatan outbound dengan senam bersama, kemudian melanjutkan berbagai permainan di kawasan taman buah. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan diikuti dengan antusias oleh para santri.

Usai mengikuti rangkaian outbound, para santri memanfaatkan waktu dengan berenang di kolam yang tersedia di kawasan wisata. Suasana keceriaan semakin terlihat saat mereka bermain air bersama didampingi para pendamping.

Pengasuh TPA Al-Azhar, Faiz Nasrullah, mengatakan Kebon Gulo dipilih sebagai lokasi outbound karena memiliki area yang luas dan suasana yang nyaman untuk aktivitas anak-anak. “Tempat ini seperti hidden gem. Cocok untuk suasana liburan sekaligus kegiatan outbound anak-anak,” ujar Faiz.

Ia berharap Kebon Gulo terus menjaga kebersihan, keamanan, dan kualitas fasilitas agar tetap menjadi destinasi wisata yang nyaman bagi keluarga sekaligus mendukung berbagai kegiatan edukatif.(*rida)

Categories
hiburan

Senja di Rowo Jombor, Menjadi Daya Tarik Wisata Favorit Klaten

KLATEN – Wisata Rowo Jombor semakin sore semakin dipadati pengunjung, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa, pada Sabtu (4/7/2026). Antrean pengunjung yang ingin menaiki perahu wisata pun terlihat semakin panjang.

Akibat ramainya wisatawan, lalu lintas di sekitar area parkir sempat mengalami kemacetan karena banyaknya kendaraan roda dua maupun roda empat. Meskipun harus bersabar menghadapi kepadatan lalu lintas, para pengunjung tetap rela menunggu demi menikmati keindahan matahari terbenam.

Rowo Jombor kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Klaten dan sekitarnya. Sejak pukul 16.00 WIB, kawasan wisata ini mulai dipenuhi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu sore bersama keluarga maupun teman.

Di sepanjang tepian waduk, berjejer berbagai stan yang menjual hidangan laut, cendera mata, serta kuliner favorit anak muda seperti seblak dan aneka jajanan lainnya. Area ini juga menjadi tempat berkumpul anak muda yang menghabiskan waktu sambil menikmati suasana sore dan menunggu pesanan makanan.

Kedatangan para wisatawan turut meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, terutama bagi warga yang menyediakan jasa perahu wisata. Dengan tarif Rp10.000 per orang, pengunjung dapat berkeliling waduk sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Wisata perahu ini diminati berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Salah satu pengunjung, Sumarni, mengungkapkan kesan positif setelah mencoba wisata perahu untuk pertama kalinya. Ia datang bersama rombongan ibu-ibu pengajian dari desanya karena penasaran dengan wajah baru Rowo Jombor.

“Ini adalah kali pertama saya naik perahu. Rasanya sangat menyenangkan, terutama saat sore hari melihat matahari terbenam. Saya jadi ingin kembali lagi di lain waktu,” ujar Sumarni, Sabtu (4/7/2026).

Keramaian di Rowo Jombor tidak berhenti saat matahari terbenam. Ketika malam tiba, perahu-perahu mulai menyalakan lampu hias yang memantul indah di permukaan air waduk. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di Rowo Jombor.(*ridha)

Categories
hiburan

Nyore di Halaman Lokananta, Ruang Santai Favorit Anak Muda Solo

SURAKARTA – Halaman depan Lokananta Solo kini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat, khususnya kalangan anak muda, untuk menghabiskan waktu sore. Suasana yang rindang, area yang luas, serta keberadaan pelaku UMKM menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi untuk bersantai tanpa harus masuk ke area dalam Lokananta.

Menjelang sore hari, pengunjung mulai memadati halaman Lokananta. Sebagian datang bersama teman untuk berbincang, ada yang mengerjakan tugas kuliah, menikmati secangkir kopi, hingga sekadar duduk santai menikmati suasana. Aktivitas tersebut menjadi pemandangan yang hampir selalu ditemui setiap akhir pekan maupun hari kerja.

Salah seorang pengunjung, Ana, mengaku cukup sering menghabiskan waktu di halaman Lokananta. Menurutnya, tempat ini memiliki suasana yang nyaman sehingga cocok untuk berbagai aktivitas ringan. “Saya lumayan sering ke sini, mungkin bisa 2 sampai 4 kali dalam seminggu. Biasanya sore buat nyore, sambil ngerjain tugas, nongkrong bareng teman, atau sekadar ngopi. Suasananya nyaman, adem, dan enak buat ngobrol,” ujar Ana.

Selain menjadi tempat berkumpul, ramainya pengunjung juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar halaman Lokananta. Beragam pilihan makanan, minuman, hingga camilan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Ana menilai keberadaan UMKM membuat suasana semakin hidup. Ia mengaku hampir setiap kali berkunjung selalu membeli makanan atau minuman dari pedagang yang berjualan di sekitar lokasi. “Kalau ke sini biasanya sekalian beli minuman atau jajanan. Jadi sekalian bantu nglarisin UMKM juga,” katanya.

Perpaduan antara ruang terbuka yang nyaman, suasana santai, dan hadirnya berbagai UMKM menjadikan halaman Lokananta lebih dari sekadar tempat singgah. Kawasan ini telah berkembang menjadi ruang publik yang mendukung interaksi sosial sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Dengan konsep ruang terbuka yang mudah diakses, halaman Lokananta terus menjadi pilihan masyarakat Solo untuk menikmati waktu sore. Aktivitas sederhana seperti nyore, mengerjakan tugas, nongkrong bersama teman, hingga menikmati kuliner lokal menjadi hiburan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat keberadaan ruang publik yang ramah bagi semua kalangan.(*uswa)

Categories
hiburan

Car Free Day ( CFD) Ruang Publik Jadi Pusat Olahraga dan UMKM

Surakarta– Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Minggu pagi dari pukul 05.00 hingga 09.00 WIB. Jalan Slamet Riyadi yang biasanya ramai kendaraan bermotor disulap menjadi ruang terbuka untuk masyarakat dari berbagai kalangan yang memanfaatkan kawasan bebas kendaraan bermotor tersebut untuk berolahraga, berekreasi, sekaligus menikmati aneka kuliner dan produk UMKM. Di kota Solo CFD ini menjadi agenda penting yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Selain menjadi tempat berolahraga, CFD juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro untuk menawarkan berbagai produk. Deretan stan makanan, minuman, hingga kerajinan tangan dipadati pengunjung yang berburu sarapan maupun sekadar menikmati suasana akhir pekan. Tidak hanya itu, sejumlah komunitas turut mengadakan pertunjukan seni, kampanye kesehatan, serta kegiatan edukasi yang menambah semarak suasana CFD. Beragam aktivitas tersebut membuat kawasan ini menjadi ruang publik yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai usia. Salah seorang pengunjung, Chessa (19 tahun), mengaku rutin datang ke CFD bersama teman-temannya setiap Minggu pagi. “Saya senang datang ke CFD karena suasananya ramai dan nyaman. Selain bisa olahraga, saya juga bisa mencoba berbagai makanan dan melihat penampilan komunitas yang menarik” ujarnya. Pemerintah Kota Solo selalu mengimbau masyarakat dan pedagang untuk menjaga kebersihan serta menaati aturan selama pelaksanaan CFD agar kawasan tetap bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung. Agenda CFD ini selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM serta memperkuat interaksi sosial antar warga.

Categories
hiburan

Libur Akhir Pekan, Wisata Sarangan–Tawangmangu Dipadati Pengunjung yang Nikmati Beragam Hiburan

TAWANGMANGU – Kawasan wisata Sarangan–Tawangmangu kembali dipadati wisatawan pada akhir pekan. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah datang untuk menikmati suasana pegunungan yang sejuk sekaligus mencoba berbagai hiburan yang tersedia di kawasan wisata tersebut. Sejak pagi hari, arus kendaraan menuju lokasi wisata tampak meningkat, menandakan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga maupun teman.

Salah satu daya tarik utama di kawasan ini adalah Telaga Sarangan yang menawarkan pemandangan alam yang indah dengan latar perbukitan hijau. Di lokasi tersebut, wisatawan dapat menikmati berbagai wahana hiburan seperti naik perahu keliling telaga, berkuda mengelilingi kawasan wisata, berfoto di sejumlah spot menarik, hingga mencicipi kuliner khas daerah yang dijajakan di sepanjang area wisata.

Tidak hanya itu, suasana akhir pekan juga semakin semarak dengan adanya pertunjukan musik dari pelaku seni lokal. Alunan musik yang menghibur berhasil menarik perhatian wisatawan untuk berkumpul, menyaksikan pertunjukan, bahkan ikut bernyanyi bersama. Anak-anak juga tampak menikmati berbagai permainan yang tersedia, sehingga kawasan wisata dipenuhi suasana ceria dan penuh kebersamaan.

Salah seorang pengunjung asal Solo, Ahmad (20)), mengaku sengaja memilih Sarangan–Tawangmangu sebagai destinasi liburan karena menawarkan perpaduan antara keindahan alam dan hiburan yang lengkap.

“Saya sudah beberapa kali ke sini, tetapi suasananya selalu menyenangkan. Udaranya sejuk, pemandangannya indah, banyak hiburan untuk anak-anak maupun orang dewasa, jadi cocok untuk liburan keluarga,” ujarnya.

Ramainya wisatawan membawa dampak positif bagi para pedagang, penyedia jasa wisata, serta pelaku usaha mikro di sekitar kawasan Sarangan–Tawangmangu. Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan omzet dibandingkan hari biasa. Warung makan, kios oleh-oleh, hingga penyedia jasa penyewaan kuda dan perahu terlihat ramai melayani pengunjung sejak pagi hingga sore hari.

“Kalau hari libur seperti ini pembeli jauh lebih ramai. Semoga kondisi seperti ini terus berlanjut sehingga bisa membantu meningkatkan pendapatan kami,” ungkapnya.

Sementara itu, pengelola kawasan wisata terus berupaya menjaga kenyamanan pengunjung dengan meningkatkan kebersihan lingkungan, menambah petugas keamanan, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan yang berlebihan. Pengunjung juga diimbau untuk menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, mematuhi aturan yang berlaku, serta menjaga fasilitas umum agar tetap terawat.

Dengan perpaduan panorama alam pegunungan yang indah, udara yang sejuk, serta beragam hiburan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, Sarangan–Tawangmangu terus menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran wisatawan yang terus meningkat diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Categories
hiburan

Modal Bayar Seikhlasnya, Band “Solo is Solo” Sukses Pikat Semua Generasi

SURAKARTA – Kelompok band jalanan Solo is Solo berhasil memadati kawasan Koridor Gatot Subroto (Gatsu) Surakarta dengan ratusan penonton dari lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Band beranggotakan 6 orang ini menjadi pusat perhatian karena penampilan uniknya dalam membawakan musik Jawa populer dan lagu Nusantara secara gratis, dengan  mengandalkan bayaran seikhlasnya dari pengunjung.

Keramaian di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa hingga membuat kerumunan  sesak mengelilingi tempat band tersebut . Meski tampil di ruang publik, Solo is Solo memberikan performa yang sangat unik dan profesional dengan dukungan peralatan musik yang terbilang lengkap.

Salah seorang pengunjung asal Kudus, Dias (20), yang menyaksikan langsung penampilan tersebut mengaku sangat kagum dengan kreativitas musisi lokal ini. Menurutnya, konsep yang dibawakan Solo is Solo menjadi jembatan kebudayaan yang sukses mempopulerkan kembali lagu daerah di kalangan anak muda. “Kelompok band Solo is Solo ini keren banget, mampu membawa lagu Nusantara hingga semua genre (usia) tertarik melihatnya,” ujar Dias di sela-sela riuhnya tepuk tangan penonton.

Kualitas Bintang, Bayaran Seikhlasnya

Daya tarik utama dari kelompok band Solo is Solo tidak hanya terletak pada keharmonisan nada yang mereka hasilkan, melainkan pada nilai sosial yang mereka bawa. Meski memberikan performa panggung yang matang layaknya band profesional di panggung besar, kelompok ini tidak menetapkan tarif komersial bagi para penonton yang menikmati hiburan mereka. Pendekatan ini justru memicu simpati dan kekaguman yang lebih besar dari para pelancong malam di Koridor Gatsu. Banyak penonton menilai kehadiran band seperti Solo is Solo tidak hanya sekadar menjadi sarana hiburan malam di sudut kota, tetapi juga menjadi ruh bagi hidupnya pariwisata berbasis budaya di Surakarta. Fenomena ini membuktikan bahwa musik tradisional Jawa yang dikemas secara modern tetap memiliki tempat spesial di hati masyarakat luas. Melalui konsistensi dan performa maksimal yang ditunjukkan oleh keenam personel Solo is Solo, ruang publik seperti Gatsu berhasil disulap menjadi panggung apresiasi seni yang inklusif, menyatukan berbagai kalangan masyarakat dalam harmoni musik yang sama.