SURAKARTA, 25 JULI 2026– Padatnya aktivitas perkuliahan membuat mahasiswa rentan mengalami stres. Latifahtul Sakina (24), mahasiswa semester akhir Fakultas Geografi, mengatakan bahwa kemampuan mengelola pikiran dan emosi serta menjaga kebahagiaan menjadi kunci untuk mempertahankan kesehatan mental di tengah tuntutan akademik.
Menurut Latifahtul, tekanan tugas kuliah dapat memicu stres apabila tidak dikelola dengan baik. Ia mengatakan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk mengatur pola pikir, terutama ketika harus membagi waktu antara perkuliahan dan pekerjaan.
“Menjadi seorang mahasiswa harus pintar dalam mengelola pola pikir, apalagi ketika kita sibuk dengan perkuliahan dan pekerjaan. Mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi salah satu cara saya dalam mengontrol emosi. Selain itu, menyibukkan diri dengan kegiatan positif dan selalu belajar hal baru juga dapat membantu mengalihkan pikiran dari berbagai masalah,” ujarnya.
Selain menjaga suasana hati, pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, berolahraga, dan mengelola stres juga penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Dengan membiasakan diri menjalani pola hidup sehat dan menjaga kesehatan mental, mahasiswa diharapkan dapat menjalani aktivitas perkuliahan secara optimal tanpa mengabaikan kesejahteraan diri. Kebahagiaan pun bukan sekadar perasaan, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan.(*elisa)