Surakarta– Ribuan warga memadati kawasan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Minggu pagi dari pukul 05.00 hingga 09.00 WIB. Jalan Slamet Riyadi yang biasanya ramai kendaraan bermotor disulap menjadi ruang terbuka untuk masyarakat dari berbagai kalangan yang memanfaatkan kawasan bebas kendaraan bermotor tersebut untuk berolahraga, berekreasi, sekaligus menikmati aneka kuliner dan produk UMKM. Di kota Solo CFD ini menjadi agenda penting yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Selain menjadi tempat berolahraga, CFD juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro untuk menawarkan berbagai produk. Deretan stan makanan, minuman, hingga kerajinan tangan dipadati pengunjung yang berburu sarapan maupun sekadar menikmati suasana akhir pekan. Tidak hanya itu, sejumlah komunitas turut mengadakan pertunjukan seni, kampanye kesehatan, serta kegiatan edukasi yang menambah semarak suasana CFD. Beragam aktivitas tersebut membuat kawasan ini menjadi ruang publik yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai usia. Salah seorang pengunjung, Chessa (19 tahun), mengaku rutin datang ke CFD bersama teman-temannya setiap Minggu pagi. “Saya senang datang ke CFD karena suasananya ramai dan nyaman. Selain bisa olahraga, saya juga bisa mencoba berbagai makanan dan melihat penampilan komunitas yang menarik” ujarnya. Pemerintah Kota Solo selalu mengimbau masyarakat dan pedagang untuk menjaga kebersihan serta menaati aturan selama pelaksanaan CFD agar kawasan tetap bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung. Agenda CFD ini selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM serta memperkuat interaksi sosial antar warga.
Author: tugas portal
TAWANGMANGU – Kawasan wisata Sarangan–Tawangmangu kembali dipadati wisatawan pada akhir pekan. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah datang untuk menikmati suasana pegunungan yang sejuk sekaligus mencoba berbagai hiburan yang tersedia di kawasan wisata tersebut. Sejak pagi hari, arus kendaraan menuju lokasi wisata tampak meningkat, menandakan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga maupun teman.
Salah satu daya tarik utama di kawasan ini adalah Telaga Sarangan yang menawarkan pemandangan alam yang indah dengan latar perbukitan hijau. Di lokasi tersebut, wisatawan dapat menikmati berbagai wahana hiburan seperti naik perahu keliling telaga, berkuda mengelilingi kawasan wisata, berfoto di sejumlah spot menarik, hingga mencicipi kuliner khas daerah yang dijajakan di sepanjang area wisata.
Tidak hanya itu, suasana akhir pekan juga semakin semarak dengan adanya pertunjukan musik dari pelaku seni lokal. Alunan musik yang menghibur berhasil menarik perhatian wisatawan untuk berkumpul, menyaksikan pertunjukan, bahkan ikut bernyanyi bersama. Anak-anak juga tampak menikmati berbagai permainan yang tersedia, sehingga kawasan wisata dipenuhi suasana ceria dan penuh kebersamaan.
Salah seorang pengunjung asal Solo, Ahmad (20)), mengaku sengaja memilih Sarangan–Tawangmangu sebagai destinasi liburan karena menawarkan perpaduan antara keindahan alam dan hiburan yang lengkap.
“Saya sudah beberapa kali ke sini, tetapi suasananya selalu menyenangkan. Udaranya sejuk, pemandangannya indah, banyak hiburan untuk anak-anak maupun orang dewasa, jadi cocok untuk liburan keluarga,” ujarnya.
Ramainya wisatawan membawa dampak positif bagi para pedagang, penyedia jasa wisata, serta pelaku usaha mikro di sekitar kawasan Sarangan–Tawangmangu. Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan omzet dibandingkan hari biasa. Warung makan, kios oleh-oleh, hingga penyedia jasa penyewaan kuda dan perahu terlihat ramai melayani pengunjung sejak pagi hingga sore hari.
“Kalau hari libur seperti ini pembeli jauh lebih ramai. Semoga kondisi seperti ini terus berlanjut sehingga bisa membantu meningkatkan pendapatan kami,” ungkapnya.
Sementara itu, pengelola kawasan wisata terus berupaya menjaga kenyamanan pengunjung dengan meningkatkan kebersihan lingkungan, menambah petugas keamanan, serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan yang berlebihan. Pengunjung juga diimbau untuk menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, mematuhi aturan yang berlaku, serta menjaga fasilitas umum agar tetap terawat.
Dengan perpaduan panorama alam pegunungan yang indah, udara yang sejuk, serta beragam hiburan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, Sarangan–Tawangmangu terus menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran wisatawan yang terus meningkat diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman liburan yang menyenangkan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.


SURAKARTA – Di tengah ramainya aktivitas perkotaan, Pasar Triwindu Solo tetap berdiri sebagai pusat barang antik legendaris. Bukan hanya tempat transaksi biasa, tetapi sebagai ruang pelestarian benda bersejarah yang memiliki nilai budaya. Terdapat banyak kios di sini memamerkan koleksi barang antik yang berniali klasik seperti, mata uang lama, patung lampu gantung, perabotan vintage, hingga trend baju kebaya yang kini diminati anak muda menjadi fashion. Pasar tradisional dengan dua lantaiu ini buka mulai jam 09.00 – 17.00 WIB.
Menariknya, pasar ini dikelola oleh para pedagang lokal, banyak diantara mereka yang telah beroperasi sejak kawasan ini masih menjadi toko bengkel kendaraan, sebelum secara resmi dibuka oleh pemerintah pada tahun 2011 sebagai pasar barang antik di Solo.
Salah satu yang menyaksikan perjalanan pasar ini adalah Pak Karjo, seorang pedagang yang menjajakan barang elektronik di Pasar Triwindu sejak tahun 1998, jauh sebelum di renovasi pasar menjadikannya gedung bertingkat seperti sekarang. Paka Karjo meneceritakan tentang berbagai barang antik bersejarah yang ada di pasar ini, seperti keris yang dipeoleh dari peninggalan zaman kolonial dan koleksi dari barang bekas rumah juragan batik kawasan Laweyan.
Adanya benda-benda bersejarah ini juga menarik perhatian generasi muda. Pak Karjo merasa senang melihat banyaknya pengujung muda yang ingin merasakan masa lalu di pasar ini. Namun, dia merasa gelisah ketika kehadiran mereka hanya untuk berfoto tanpa memahami makna sejarah dibalik benda benda-benda berharga tersebut. “Kadang anak sekaramg, etikanya kurangb dan tidak menghargai barang, padahal ada kata Sampahmu hartaku, mereka suka beli barang modern. Saya ingin bocah saiki bisa nguri-uri (melestarikan) barang lama, karena setiap barang antik menyimpan cerita dan jejak perjalanan masyarakat pada masanya.
Keberadaan pasar ini menjadi bukti bahwa warisan budaya tidak hanya tersimpan di museum, tetepi juga hidup di tengah masyarakat dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Dari pesan yang disampaikan Pak Karjo, generasi muda diharapkan datang ke Pasar Triwindu bukan hanya untuk mengikuti trend, melainkan juga untuk belajar menghargai, merawat, dan melestarikan warisan budaya bangsa yang tersimpan dalam setiap barang antik

Surakarta – Meningkatnya budaya minum kopi di kalangan masyarakat membuka peluang ekonomi baru bagi anak muda di kota Surakarta. Usaha kopi keliling kini menjadi salah satu alternatif pekerjaan sampingan karena membutuhkan modal yang relatif terjangkau,namun mampu menghasilkan keuntungan yang menjajikan.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya penjual kopi keliling yang beroperasi di berbagai sudut kota,terutama di kawasan ramai seperti Car Free Day (CFD),pusat perkantoran,kampus,dan jalan protokol. Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumen, usaha ini juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi sector usaha mikro,kecil,dan menengah (UMKM).
Salah satu penjual kopi keliling,Mas Aji (25) mengatakan bahwa dirinya sudah mulai menjadi penjual kopi keliling dari tahun 2025. Menurutnya, uasaha tersebut mampu menjadi sumber penghasilan tambahan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kopi. “Awal mulai jualan kopi keliling dari tahun 2025 sampai sekarang,alhamdulillah tiap hari pasti ada yang beli.untuk hari-hari biasa biasanya bisa jual kopi 5-7 gelas,tapi pas weekday bisa 15-20 gelas” Ungkap Mas Aji saat ditemui ketika jualan kopi keliling dijalan Slamet Riyadi pada (9/7/2026).
Mas aji menambahkan bahwa keuntungan dari berjualan kopi keliling cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga melihat peluang usahanya semakin berkembang karena masyarakat kini lebih menyukai minuman yang praktis dengan harga terjangkau dibanding harus selalu datang ke kedai kopi. “Buat harganya sendiri variatif sesuai rasa, mulai dari 8k-15k. cocok buat ngopi ditempat,seperti ditaman,tempat wisata atau mau dirumah”. Ujar salah satu pembeli, Mas Vakkal (25).
Dengan meningkatnya tren konsumsi kopi, usaha kopi keliling diperkirakan masih memiliki prospek yang baik. Selain menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha, bisnis ini juga membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Surakarta.

SURAKARTA – Budaya tertib berlalu lintas kembali menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan lalu lintas di depan Gedung Wanita Manahan, Kota Solo, pada Rabu (sekitar pukul 14.00 WIB). Sebuah mobil yang melaju dari arah timur menabrak dua pengendara sepeda motor hingga keduanya terpental dan mengalami luka ringan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, arus lalu lintas sempat melambat karena sejumlah warga dan pengguna jalan berhenti untuk melihat kejadian. Beberapa orang terlihat membantu korban sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kendaraan yang terlibat juga tampak berhenti di sisi jalan sehingga menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.
Salah seorang saksi mata, Rani, yang merupakan karyawan sebuah restoran di sekitar lokasi kejadian, mengaku melihat peristiwa tersebut saat sedang beraktivitas. “Saya sedang bekerja di dekat lokasi. Tiba-tiba terdengar suara benturan cukup keras. Setelah saya lihat keluar, ada dua pengendara motor yang sudah terpental ke jalan dan mobil berhenti di depan. Warga langsung berdatangan membantu korban,” ujar Rani.
Beruntung, kedua pengendara motor hanya mengalami luka ringan dan masih dalam kondisi sadar. Warga sekitar segera memberikan pertolongan pertama sambil mengatur arus kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan yang lebih panjang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa budaya berlalu lintas bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga tentang kesadaran, kehati-hatian, dan saling menghormati sesama pengguna jalan. Kawasan Manahan yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Solo memiliki mobilitas kendaraan yang tinggi, sehingga kewaspadaan setiap pengendara sangat diperlukan.
Budaya tertib berlalu lintas yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Solo perlu terus dijaga. Mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta meningkatkan konsentrasi saat berkendara merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan jalan yang lebih aman bagi semua pengguna.

SURAKARTA – Kelompok band jalanan Solo is Solo berhasil memadati kawasan Koridor Gatot Subroto (Gatsu) Surakarta dengan ratusan penonton dari lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Band beranggotakan 6 orang ini menjadi pusat perhatian karena penampilan uniknya dalam membawakan musik Jawa populer dan lagu Nusantara secara gratis, dengan mengandalkan bayaran seikhlasnya dari pengunjung.
Keramaian di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa hingga membuat kerumunan sesak mengelilingi tempat band tersebut . Meski tampil di ruang publik, Solo is Solo memberikan performa yang sangat unik dan profesional dengan dukungan peralatan musik yang terbilang lengkap.
Salah seorang pengunjung asal Kudus, Dias (20), yang menyaksikan langsung penampilan tersebut mengaku sangat kagum dengan kreativitas musisi lokal ini. Menurutnya, konsep yang dibawakan Solo is Solo menjadi jembatan kebudayaan yang sukses mempopulerkan kembali lagu daerah di kalangan anak muda. “Kelompok band Solo is Solo ini keren banget, mampu membawa lagu Nusantara hingga semua genre (usia) tertarik melihatnya,” ujar Dias di sela-sela riuhnya tepuk tangan penonton.
Kualitas Bintang, Bayaran Seikhlasnya
Daya tarik utama dari kelompok band Solo is Solo tidak hanya terletak pada keharmonisan nada yang mereka hasilkan, melainkan pada nilai sosial yang mereka bawa. Meski memberikan performa panggung yang matang layaknya band profesional di panggung besar, kelompok ini tidak menetapkan tarif komersial bagi para penonton yang menikmati hiburan mereka. Pendekatan ini justru memicu simpati dan kekaguman yang lebih besar dari para pelancong malam di Koridor Gatsu. Banyak penonton menilai kehadiran band seperti Solo is Solo tidak hanya sekadar menjadi sarana hiburan malam di sudut kota, tetapi juga menjadi ruh bagi hidupnya pariwisata berbasis budaya di Surakarta. Fenomena ini membuktikan bahwa musik tradisional Jawa yang dikemas secara modern tetap memiliki tempat spesial di hati masyarakat luas. Melalui konsistensi dan performa maksimal yang ditunjukkan oleh keenam personel Solo is Solo, ruang publik seperti Gatsu berhasil disulap menjadi panggung apresiasi seni yang inklusif, menyatukan berbagai kalangan masyarakat dalam harmoni musik yang sama.
SURAKARTA – Bu Yasmine, seorang pengusaha smoothies berusia 58 tahun, memulai usahanya pada tahun 2024. Meskipun masih tergolong baru, ia telah berhasil membangun usaha yang menyasar masyarakat yang peduli terhadap kesehatan, khususnya para pengunjung kawasan Shelter Manahan. “Saya melihat semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya hidup sehat. Oleh karena itu, saya memilih menjual smoothies sebagai pilihan minuman yang segar, bergizi, dan cocok dikonsumsi setelah berolahraga,” ujar Yasmine.
Setiap hari, Yasmine berjualan pada pukul 07.00–09.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB, yaitu saat aktivitas olahraga di kawasan Manahan sedang ramai. Dalam satu bulan, usahanya mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp1.000.000. Namun, ia mengaku mengalami penurunan penjualan sekitar 100–200 dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam menjalankan usahanya, Yasmine memperhitungkan seluruh biaya produksi, mulai dari biaya bahan baku, peralatan, kemasan (packaging), hingga biaya sewa tempat. Menurutnya, penentuan harga jual dilakukan dengan menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), kemudian menambahkan margin keuntungan yang tetap disesuaikan dengan harga pasar agar produknya mampu bersaing.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, Yasmine berharap bisnis smoothiesyang dijalankannya dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan minuman sehat bagi masyarakat, khususnya para pengunjung kawasan Manahan.
Solo, 10 Juli 2026 – Kenaikan harga beberapa bahan baku makanan dan minuman mulai dirasakan oleh pelaku usaha kecil, termasuk Warung Arumi di Kota Solo. Meski harga gula, susu, dan bahan lainnya mengalami kenaikan, Warung Arumi tetap berusaha mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau bagi pelanggan.
Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diperoleh tidak sebesar biasanya. Namun, Warung Arumi memilih untuk tidak menaikkan harga secara drastis karena ingin menjaga pelanggan tetap datang. Sebagian besar pembeli merupakan warga sekitar, pelajar, dan anak-anak yang setiap hari membeli es maupun camilan di warung tersebut.
Kak Novi, pemilik Warung Arumi, mengatakan bahwa kenaikan harga bahan baku memang berpengaruh terhadap usahanya. Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga kualitas makanan dan minuman yang dijual.
“Harga bahan memang sempat naik, tapi saya tetap usahakan harga jualnya jangan naik banyak. Yang penting pelanggan tetap bisa beli dan tetap nyaman jajan di sini,” ujar Kak Novi.
Warung Arumi tetap buka setiap hari dan menyediakan berbagai macam es, makanan ringan, serta camilan. Dengan tetap mempertahankan harga yang terjangkau dan kualitas produk, Warung Arumi berharap pelanggan tetap setia dan usahanya bisa terus berkembang di tengah naiknya harga bahan baku.



SURAKARTA – Bubur Jang kie dibuka di Solo sejak 31 Agustus 2025. Rumah makan ini buka setiap hari pukul 07.00 – 21.00 WIB. Mengusung konsep comfort food peranakan dan oriental dengan jaminan No Pork, No Lard, tempat ini menawarkan bubur dengan cita rasa gurih khas, padat, dan lembut yang mirip Bubur Chinese/Singapura. Menu andalannya Bubur Jangkie dengan topping melimpah dan rengginang spesial. Selain itu ada dimsum Lumpia Kulit Tahu Steam dan minuman best seller Teh Jangkie berbahan teh dan sirup cocopandan. Yang berlokasi di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 19, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, tepatnya area selatan Solo Paragon Mall bekas Mie Gacoan.
Dengan harga mulai Rp13.000, pengunjung cukup menyiapkan budget Rp25.000 – Rp50.000 per orang untuk menikmati bubur, dimsum kukus maupun goreng, dessert dan minuman. Ada kabar baik untuk pelajar dan mahasiswa, tersedia promo khusus dengan menunjukkan kartu pelajar/mahasiswa. Cukup Rp21.000 – Rp27.000 sudah termasuk paket makan dan minum. Harga belum termasuk pajak 10%. Promo ini berlaku Senin hingga Jumat. Menurut pegawai, tempat ini selalu ramai pengunjung terutama saat Minggu pagi. Daya tarik lain ada pada fasilitas yang lengkap dan ramah keluarga. Tersedia area parkir luas, ruang indoor ber-AC, area outdoor/smoking area, mushola, hingga baby chair. Terdapat juga VIP room khusus untuk keluarga yang cukup menampung ± 8 hingga 15 orang. Keunikan lain, Bubur Jangkie juga menyediakan mainan edukatif untuk anak seperti membuat tas anyam, mewarnai, dan melukis agar anak-anak lebih kreatif saat menunggu pesanan.
Dikenal dengan tempat yang estetik dan harga terjangkau, Bubur Jangkie berhasil menarik berbagai kalangan. Cabang Solo ini merupakan salah satu dari beberapa gerai yang sudah ada, termasuk di Malang. Perpaduan menu lezat, suasana nyaman, dan fasilitas keluarga membuat Bubur Jangkie cocok dijadikan pilihan untuk sarapan hingga makan malam bersama keluarga.
Surakarta, 04 Juli 2026 – Kawasan belakang Sriwedari (terkenal dengan sebutan Busri atau Mburi Sriwedari) kini menjadi salah satu hidden gem tersembunyi bagi pecinta buku ataupun kolektor buku yang ingin berburu literasi langka yang sudah jarang ditemukan di toko buku modern.
Di belakang Taman Sriwedari atau lebih tepatnya di jalan Kebangkitan Nasional sudah terdapat kios-kios buku yang berjejeran di sepanjang jalan. Di sini, pengunjung bisa menemukan ragam bacaan mulai dari buku pelajaran, komik lawas, ataupun novel yang sudah jarang ditemukan di toko modern. Harganya yang terjangkau dan bisa ditawar menjadikan tempat ini cocok untuk para pelajar maupun mahasiswa karena harga yang dibanderol ramah di kantong.
“Ketika awal pembelajaran baru, banyak pelajar yang datang mencari modul pembelajaran. Karena saya belinya borongan baik dari penyuplai buku maupun orang-orang yang ingin menjual buku lamanya, jadi harga yang dijual juga termasuk lebih terjangkau,” kata Ibu Davina selaku penjual buku.
Ibu Davina juga menambahkan dulunya terdapat sekitar 90 kios yang ada hingga akhirnya berkurang separuh lebih. Hal yang melatarbelakanginya adalah maraknya e-book maupun online shop yang membuat orang-orang lebih memilih membeli secara daring daripada datang secara langsung.
Meski sempat kehilangan minat dan daya tarik, tempat ini tetap bertahan karena terdapat beberapa kuliner yang mulai tersedia dan kedai kopi kekinian yang sudah banyak buka di sela-sela kios buku. Hal ini lantaran beberapa unit kios yang kosong atau tidak aktif mulai dialihfungsikan menjadi kedai kopi slowbar mini, angkringan modern, dan tempat makan.
Kini tempat ini mulai bangkit kembali menjadi tempat untuk bersantai ataupun beristirahat dari aktivitas harian. Hal ini membuat pengunjung betah untuk berlama-lama membaca buku sembari menikmati kuliner yang ada di sekitar. Untuk jam operasional sendiri biasanya buka dari sekitar pukul 08.00 – 18.00 WIB. Bahkan, beberapa kios ada yang masih buka sampai malam hari. Dengan adanya peristiwa ini diharapkan kios-kios buku semakin ramai dikunjungi semua orang, khususnya dikalangan para remaja sehingga mampu menciptakan budaya literasi.