
Surakarta – Meningkatnya budaya minum kopi di kalangan masyarakat membuka peluang ekonomi baru bagi anak muda di kota Surakarta. Usaha kopi keliling kini menjadi salah satu alternatif pekerjaan sampingan karena membutuhkan modal yang relatif terjangkau,namun mampu menghasilkan keuntungan yang menjajikan.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya penjual kopi keliling yang beroperasi di berbagai sudut kota,terutama di kawasan ramai seperti Car Free Day (CFD),pusat perkantoran,kampus,dan jalan protokol. Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumen, usaha ini juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi sector usaha mikro,kecil,dan menengah (UMKM).
Salah satu penjual kopi keliling,Mas Aji (25) mengatakan bahwa dirinya sudah mulai menjadi penjual kopi keliling dari tahun 2025. Menurutnya, uasaha tersebut mampu menjadi sumber penghasilan tambahan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kopi. “Awal mulai jualan kopi keliling dari tahun 2025 sampai sekarang,alhamdulillah tiap hari pasti ada yang beli.untuk hari-hari biasa biasanya bisa jual kopi 5-7 gelas,tapi pas weekday bisa 15-20 gelas” Ungkap Mas Aji saat ditemui ketika jualan kopi keliling dijalan Slamet Riyadi pada (9/7/2026).
Mas aji menambahkan bahwa keuntungan dari berjualan kopi keliling cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga melihat peluang usahanya semakin berkembang karena masyarakat kini lebih menyukai minuman yang praktis dengan harga terjangkau dibanding harus selalu datang ke kedai kopi. “Buat harganya sendiri variatif sesuai rasa, mulai dari 8k-15k. cocok buat ngopi ditempat,seperti ditaman,tempat wisata atau mau dirumah”. Ujar salah satu pembeli, Mas Vakkal (25).
Dengan meningkatnya tren konsumsi kopi, usaha kopi keliling diperkirakan masih memiliki prospek yang baik. Selain menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha, bisnis ini juga membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Surakarta.