SURAKARTA – Bu Yasmine, seorang pengusaha smoothies berusia 58 tahun, memulai usahanya pada tahun 2024. Meskipun masih tergolong baru, ia telah berhasil membangun usaha yang menyasar masyarakat yang peduli terhadap kesehatan, khususnya para pengunjung kawasan Shelter Manahan. “Saya melihat semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya hidup sehat. Oleh karena itu, saya memilih menjual smoothies sebagai pilihan minuman yang segar, bergizi, dan cocok dikonsumsi setelah berolahraga,” ujar Yasmine.
Setiap hari, Yasmine berjualan pada pukul 07.00–09.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB, yaitu saat aktivitas olahraga di kawasan Manahan sedang ramai. Dalam satu bulan, usahanya mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp1.000.000. Namun, ia mengaku mengalami penurunan penjualan sekitar 100–200 dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam menjalankan usahanya, Yasmine memperhitungkan seluruh biaya produksi, mulai dari biaya bahan baku, peralatan, kemasan (packaging), hingga biaya sewa tempat. Menurutnya, penentuan harga jual dilakukan dengan menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), kemudian menambahkan margin keuntungan yang tetap disesuaikan dengan harga pasar agar produknya mampu bersaing.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, Yasmine berharap bisnis smoothiesyang dijalankannya dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan minuman sehat bagi masyarakat, khususnya para pengunjung kawasan Manahan.