Categories
kesehatan

Cuaca Tidak Menentu, Kasus Flu dan Batuk Mulai Banyak Dikeluhkan Masyarakat

SURAKARTA – Beberapa minggu terakhir, cuaca di Kota Surakarta dan sekitarnya terasa sulit diprediksi. Pagi hari udaranya cukup dingin, siang berubah jadi sangat panas, lalu sore atau malam cuaca bisa menjadi sangat dingin. Kondisi seperti ini ternyata mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Banyak orang mengaku mengalami flu, batuk, pilek, sakit tenggorokan, bahkan demam ringan.

Di beberapa puskesmas dan klinik, keluhan seperti flu dan batuk menjadi salah satu penyakit yang paling sering dialami masyarakat. Bukan hanya anak-anak, orang dewasa yang punya aktivitas padat juga mulai banyak yang mengeluhkan kondisi badan yang mudah lelah dan gampang sakit. Perubahan suhu yang terjadi dalam waktu singkat membuat tubuh harus terus beradaptasi. Kalau daya tahan tubuh sedang menurun, virus penyebab flu dan batuk jadi lebih mudah menyerang.

Selain cuaca yang tidak menentu, kebiasaan sehari-hari juga ikut memengaruhi kondisi kesehatan. Masih banyak orang yang kurang istirahat karena pekerjaan atau aktivitas yang padat, kurang minum air putih, dan sering menunda makan. Hal-hal seperti ini membuat sistem imun tubuh melemah sehingga risiko terkena flu dan batuk menjadi lebih besar.

Supaya tidak mudah sakit, masyarakat diimbau untuk mulai lebih memperhatikan kondisi tubuh. Cara yang bisa dilakukan sebenarnya cukup sederhana, seperti makan makanan yang bergizi, memperbanyak minum air putih, tidur yang cukup, rutin berolahraga, serta membawa payung atau jas hujan saat bepergian. Kalau sedang flu atau batuk, sebaiknya menggunakan masker agar tidak menularkan virus kepada orang lain, terutama saat berada di tempat ramai.

Wawancara Narasumber

Reporter: “ Akhir-akhir ini cuaca sering berubah-ubah. Menurut Mas Bilal, apakah kondisi ini berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat?”

Bilal Abdullah:   “Iya, menurut saya sangat berpengaruh. Sekarang cuacanya susah ditebak. Pagi dingin, siang panas banget, terus sore hujan. Saya lihat banyak teman, tetangga, bahkan keluarga yang mulai kena flu dan batuk. Kalau badan lagi capek atau kurang istirahat, biasanya jadi lebih gampang tertular.”

Reporter: “Belakangan ini, apakah Anda juga melihat semakin banyak orang yang mengalami flu dan batuk?”

Bilal Abdullah: “Iya, cukup banyak. Di tempat kerja dan lingkungan rumah saya juga banyak yang lagi batuk atau pilek. Ada yang awalnya cuma tenggorokan sakit, terus beberapa hari kemudian jadi flu. Menurut saya, ini memang karena cuaca yang lagi tidak stabil ditambah aktivitas masyarakat yang cukup padat.”

Reporter: Menurut Anda, apa yang bisa dilakukan supaya tidak mudah sakit di musim seperti sekarang?

Bilal Abdullah: “Yang paling penting itu menjaga daya tahan tubuh. Jangan sering begadang, makan yang teratur, banyak minum air putih, dan kalau bisa sempatkan olahraga walaupun sebentar. Kalau hujan juga jangan dipaksakan kehujanan. Kalau badan sudah mulai terasa kurang enak, lebih baik istirahat dulu daripada dipaksakan kerja atau beraktivitas.”

Reporter: “Ada pesan untuk masyarakat yang mungkin sedang mengalami gejala flu atau batuk?”

Bilal Abdullah: “Pesan saya jangan anggap remeh flu dan batuk. Memang kelihatannya penyakit ringan, tapi kalau dibiarkan bisa makin parah. Kalau sedang sakit, lebih baik istirahat di rumah, pakai masker saat keluar, dan kalau gejalanya sudah beberapa hari tidak membaik atau malah semakin berat, segera periksa ke dokter atau puskesmas supaya bisa ditangani lebih cepat.”

Melihat kondisi cuaca yang diperkirakan masih sering berubah dalam beberapa waktu ke depan, masyarakat diharapkan lebih peduli dengan kesehatannya. Menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan cukup istirahat menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena flu dan batuk. Dengan saling menjaga kesehatan dan tidak menyepelekan gejala yang muncul, diharapkan penyebaran penyakit musiman bisa ditekan sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan nyaman.(*rifky)

Categories
Lifestyle

Wedangan Pinggir Jalan Ruang Pelepas Penat Tengah Malam

Surakarta – Masyarakat lokal hingga kini makin menggandrungi wedangan sebagai destinasi akhir yang kerap dikunjungi. Melipir ke wedangan tradisional yang ada di pinggiran jalan sudah menjadi identitas gaya hidup masyarakat untuk merayakan kesederhanaan.

Mereka menemukan ruang santai yang murah meriah untuk melepas stres setelah seharian bergelut dengan rutinitas modern yang padat. Ada pengamen yang menghabiskan Rp5.000 rupiah membeli kopi serta beberapa gorengan yang cukup untuk mengganjal perut dan menghilangkan kantuk.

Pekerja seperti ojek online, biasanya mampir untuk beristirahat sejenak sembari menunggu orderan masuk. Tak lupa mengisi perut mereka agar tak keroncongan saat masih harus mengejar target orderan hingga tengah malam.  

Beberapa memutuskan untuk berhenti sejenak ke tenda wedangan pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Seperti Dani selaku driver online shoope food yang berhenti di wedangan yang ada di jalan Dr. Radjiman dekat pom bensin. “Saya biasanya datang setiap hari ke sini. Setelah selesai mengantar orderan makanan, saya santai-santai dulu ke sini sekitar satu jam atau dua jam sebelum akhirnya pulang ke rumah,” ujarnya pada kamis (23/07/2026) malam hari.

Adapun anak muda yang sengaja baru keluar mencari angin segar setelah seharian penuh mengerjakan pekerjaan sekolah. Hal ini menjadi simbol baru dalam menikmati waktu santai  di tengah gemerlap kota.

Aktivitas menyusuri kota di waktu malam, bukan lagi sekadar urusan mengisi perut yang lapar di kala sahur atau dini hari, melainkan sudah bergeser menjadi identitas gaya hidup masyarakat Solo untuk mengusir penat dan letih yang menumpuk di pundak mereka. (*ridho)

Categories
Lifestyle

Lokananta Block Kian Jadi Destinasi Favorit Anak Muda di Solo

SURAKARTA – Lokananta Block semakin dikenal sebagai salah satu destinasi favorit anak muda di Kota Solo. Kawasan yang memadukan nilai sejarah dengan ruang kreatif ini menjadi tempat berkumpul untuk menikmati musik, kuliner, pameran seni, hingga berbagai kegiatan komunitas.

Pada akhir pekan, Lokananta Block dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, terutama generasi muda yang ingin menghabiskan waktu bersama teman maupun keluarga. Suasana yang nyaman serta beragam aktivitas menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan tempat nongkrong lainnya di Solo.

Selain menawarkan pilihan kuliner dari pelaku UMKM, Lokananta Block juga rutin menghadirkan pertunjukan musik, pameran, diskusi kreatif, dan kegiatan komunitas. Beragam acara tersebut membuat pengunjung tidak hanya datang untuk bersantai, tetapi juga menikmati pengalaman yang berbeda.

Salah satu pengunjung, Dimas (22), mengaku memilih Lokananta Block karena suasananya yang unik. “Tempatnya nyaman, banyak kegiatan yang bisa diikuti, dan cocok untuk berkumpul bersama teman. Setiap datang ke sini rasanya selalu ada hal baru,” ujarnya.

Sementara itu, Pak Handoko pemilik salah satu tenant kuliner mengatakan bahwa ramainya pengunjung, terutama saat akhir pekan, memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM yang berjualan di kawasan tersebut.

“Kalau akhir pekan pengunjung jauh lebih ramai. Ini tentu membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk kami kepada masyarakat,” kata Pak Handoko.

Keberadaan Lokananta Block dinilai tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah bagi komunitas kreatif, musisi, dan pelaku UMKM untuk berkembang. Dengan konsep yang memadukan sejarah, seni, dan gaya hidup modern, kawasan ini terus menjadi salah satu ikon destinasi kreatif di Kota Solo.(*araka)

Categories
budaya

Serabi Notosuman jadi pilihan Wisatawan untuk Oleh-oleh khas Solo

SURAKARTA – Di kota solo terdapat beragam jenis kuliner. Serabi Notosuman menjadi salah satu kuliner tradisional yang banyak dipilih wisatawan sebagai oleh-oleh khas Kota Solo. Salah satu penjualnya yaitu Ibu Sutarti (44 tahun)  yang mulai berdagang sejak tahun 2003. Cita rasa khas dan proses pembuatan yang masih mempertahankan cara tradisional menjadi daya tarik bagi para pembeli.

Serabi Notosuman mempunyai beraneka ragam rasa. Mulai dari rasa original, coklat, nangka, pisang. Serabi Notosuman ini masih banyak digemari dikalangkan anak muda atau Mahasiswa. Mereka biasanya membeli serabi sebagai oleh – oleh untuk dibawa pulang. “Banyak pembeli dari wisatawan luar kota atau mahasiswa  untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” ujar Ibu Sutarti.

Menurutnya, jumlah pembeli biasanya mengalami peningkatan saat akhir pekan, musim liburan, dan hari-hari tertentu. Meski begitu, penjual tetap menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas serabi karena makanan tersebut memiliki daya tahan yang terbatas. “Serabi lebih enak kalau masih fresh. Jadi kami membuatnya sesuai kebutuhan agar kualitasnya tetap terjaga,” jelasnya.

Keberadaan Serabi Notosuman tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan kuliner di Solo, tetapi juga menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya kuliner tradisional. Hingga kini, serabi masih menjadi pilihan masyarakat yang ingin menikmati makanan khas dengan cita rasa tradisional.(*elisa)

Categories
budaya

Masjid Agung Surakarta, Warisan Sejarah dan Budaya Islam di Jantung Kota Solo

SURAKARTA – Masjid Agung Surakarta yang terletak di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Solo. Berdiri sejak tahun 1763 pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwana III, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi perkembangan Islam, budaya, dan sejarah Kota Surakarta yang terus terjaga hingga saat ini.

Memiliki arsitektur khas Jawa dengan atap tajug bertumpang tiga, tiang-tiang kayu yang kokoh, serta berbagai ornamen bernuansa tradisional, Masjid Agung Surakarta mencerminkan perpaduan harmonis antara budaya Jawa dan nilai-nilai Islam. Keunikan bangunan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat warisan budaya Kota Solo.

Hingga kini, Masjid Agung Surakarta masih aktif digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan. Selain menjadi tempat pelaksanaan salat lima waktu dan salat Jumat, masjid ini juga rutin mengadakan pengajian, kajian keislaman, santunan sosial, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Tidak hanya menjadi pusat ibadah, Masjid Agung Surakarta juga memiliki peran penting dalam pelestarian budaya. Setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kawasan masjid menjadi bagian dari rangkaian tradisi Sekaten, sebuah tradisi peninggalan Keraton Surakarta yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Melalui tradisi tersebut, masyarakat dapat menyaksikan perpaduan antara syiar Islam dan budaya Jawa yang masih dilestarikan hingga sekarang.

Keberadaan Masjid Agung Surakarta juga menjadi destinasi wisata religi dan edukasi. Banyak pelajar, mahasiswa, wisatawan, hingga peneliti datang untuk mempelajari sejarah, arsitektur, serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hal ini menjadikan masjid sebagai salah satu ikon wisata sejarah yang memiliki nilai spiritual sekaligus budaya.

Di tengah perkembangan Kota Solo yang semakin modern, Masjid Agung Surakarta tetap berdiri kokoh sebagai simbol keharmonisan antara sejarah, budaya, dan kehidupan beragama. Melalui pelestarian bangunan, tradisi, dan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu, Masjid Agung Surakarta diharapkan terus menjadi warisan budaya yang membanggakan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.(*rifky)

Categories
ekonomi

WARUNG MADURA MENJADI PENOPANG Ekonomi Warga

Surakarta-Warung Madura yang berlokasi di Dusun Ngemplak Sutan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Ramai dikunjungi masyarakat setiap hari. Warung yang buka 24 jam ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga pemilik sekaligus memudahkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

     Warung Madura milik mas Dandi Wahyu, berdiri pada tahun 2023 akhir.  Mas Dandi Wahyu selaku pemilik warung madura, membuka warung madura, Karena ingin membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar. “saya ingin membantu warga sekitar yang jauh dari supermarket” ucapnya. Juga memenuhi kebutuhan mendadak warga sekitar saat tengah malam yang tempat tinggalnya jauh dari supermarket 24 jam.

     Cara mas Dandi Wahyu untuk menjaga warungnya tetap ramai dan mampu bersaing adalah dengan melengkapi barang yang dibutuhkan oleh semua kalangan, dan dengan melayani konsumen dengan ramah.

     Menurut Mas Dandi Wahyu, omzet warung setiap harinya berkisar Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000, tergantung jumlah pembeli dan waktu tertentu seperti akhir pekan atau hari libur.      Ke depan, Mas Dandi Wahyu berharap usahanya dapat terus berkembang dengan menambah variasi produk dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Ia juga optimistis prospek Warung Madura masih sangat baik karena kebutuhan masyarakat terhadap warung yang buka selama 24 jam tetap tinggi. Dengan mempertahankan pelayanan yang ramah serta kelengkapan barang, ia berharap warungnya dapat terus menjadi pilihan utama warga sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian keluarga dan lingkungan sekitar.(*abriyan)

Categories
hiburan

Senja di Rowo Jombor, Menjadi Daya Tarik Wisata Favorit Klaten

KLATEN – Wisata Rowo Jombor semakin sore semakin dipadati pengunjung, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa, pada Sabtu (4/7/2026). Antrean pengunjung yang ingin menaiki perahu wisata pun terlihat semakin panjang.

Akibat ramainya wisatawan, lalu lintas di sekitar area parkir sempat mengalami kemacetan karena banyaknya kendaraan roda dua maupun roda empat. Meskipun harus bersabar menghadapi kepadatan lalu lintas, para pengunjung tetap rela menunggu demi menikmati keindahan matahari terbenam.

Rowo Jombor kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Klaten dan sekitarnya. Sejak pukul 16.00 WIB, kawasan wisata ini mulai dipenuhi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu sore bersama keluarga maupun teman.

Di sepanjang tepian waduk, berjejer berbagai stan yang menjual hidangan laut, cendera mata, serta kuliner favorit anak muda seperti seblak dan aneka jajanan lainnya. Area ini juga menjadi tempat berkumpul anak muda yang menghabiskan waktu sambil menikmati suasana sore dan menunggu pesanan makanan.

Kedatangan para wisatawan turut meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, terutama bagi warga yang menyediakan jasa perahu wisata. Dengan tarif Rp10.000 per orang, pengunjung dapat berkeliling waduk sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Wisata perahu ini diminati berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Salah satu pengunjung, Sumarni, mengungkapkan kesan positif setelah mencoba wisata perahu untuk pertama kalinya. Ia datang bersama rombongan ibu-ibu pengajian dari desanya karena penasaran dengan wajah baru Rowo Jombor.

“Ini adalah kali pertama saya naik perahu. Rasanya sangat menyenangkan, terutama saat sore hari melihat matahari terbenam. Saya jadi ingin kembali lagi di lain waktu,” ujar Sumarni, Sabtu (4/7/2026).

Keramaian di Rowo Jombor tidak berhenti saat matahari terbenam. Ketika malam tiba, perahu-perahu mulai menyalakan lampu hias yang memantul indah di permukaan air waduk. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di Rowo Jombor.(*ridha)

Categories
Lifestyle

Memotret Batik di Lapangan Padel, Cara Saya Mengabadikan Perpaduan Tren Lifestyle dan Budaya Nusantara

Karanganyar – Sebagai mahasiswa Program Studi Produksi Media Politeknik Indonusa Surakarta, saya, Dafa Nurizqan Hidayat, mendapatkan kesempatan mengerjakan proyek fotografi untuk mata kuliah Photography. Pada Juli 2026, saya memilih melakukan sesi pemotretan di Verdant Padel Colomadu, sebuah fasilitas olahraga padel di kawasan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Saya mengangkat konsep yang memadukan olahraga padel yang sedang berkembang di kalangan anak muda dengan busana batik sebagai identitas budaya Indonesia. Melalui karya ini, saya ingin menunjukkan bahwa tren olahraga modern dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai budaya Nusantara.

Saya memilih Verdant Padel Colomadu sebagai lokasi pemotretan karena lapangan ini memiliki konsep modern dengan pencahayaan yang mendukung proses fotografi. Suasana lapangan memberikan kesan dinamis sehingga sesuai dengan tema yang ingin saya angkat, yaitu perpaduan olahraga padel dengan busana batik sebagai identitas budaya Indonesia.

Model yang saya potret, Oca, mengenakan busana bermotif batik sambil memperagakan berbagai gerakan dasar olahraga padel, seperti melakukan servis, memegang raket, hingga bersiap menerima bola. Saya mengarahkan setiap pose agar unsur olahraga tetap terlihat natural tanpa menghilangkan nilai estetika batik sebagai fokus utama dalam karya fotografi.

Menurut Oca, konsep pemotretan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sesi foto yang pernah ia jalani sebelumnya. “Awalnya saya mengira batik hanya cocok dipakai dalam acara formal. Setelah menjalani sesi pemotretan ini, ternyata batik juga bisa dipadukan dengan olahraga seperti padel dan tetap terlihat modern serta menarik,” ujarnya.

Sebagai fotografer, saya melihat perpaduan antara tren olahraga padel dan busana batik mampu menghasilkan visual yang unik sekaligus menyampaikan pesan bahwa budaya Indonesia dapat mengikuti perkembangan lifestyle anak muda. Melalui proyek fotografi ini, saya ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya menjadi simbol warisan budaya, tetapi juga dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas modern tanpa kehilangan identitasnya.

Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya menjadi tugas perkuliahan, melainkan juga media untuk mengeksplorasi kreativitas sebagai calon praktisi media. Saya berharap konsep yang memadukan olahraga padel dengan batik dapat menjadi inspirasi bahwa budaya Indonesia mampu beradaptasi dengan tren lifestyle masa kini tanpa kehilangan jati dirinya. Melalui lensa kamera, saya belajar bahwa sebuah foto dapat menjadi sarana untuk menceritakan identitas, kreativitas, dan kebanggaan terhadap budaya lokal.(*nurizqan)

Categories
Lifestyle

Kopi Kenangan Dr. Radjiman Sediakan Fasilitas Lengkap Untuk Mahasiswa dan WFH, Buka 24 Jam di Laweyan

SURAKARTA – Kopi Kenangan Dr. Radjiman menjadi salah satu coffee shop di Laweyan yang nyaman untuk mahasiswa dan pekerja WFH mengerjakan tugas. Berlokasi di Jl. Dr. Rajiman No. 476B, Bumi, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, coffee shop ini terletak di lokasi strategis Laweyan. Desain interiornya mengusung konsep modern minimalis dengan pencahayaan hangat, sehingga pengunjung betah berlama-lama sambil mengerjakan pekerjaan atau tugas kuliah. 

Kelebihan utama tempat ini ada di kenyamanan dan fasilitasnya. Tersedia tempat duduk sofa yang empuk buat duduk berjam-jam, ruangan ber-AC, parkiran luas, mushola, dan free wifi. Untuk menu, di sini menjual roti, kopi, hingga non-coffee dengan harga menu reguler mulai Rp18.000 hingga Rp30.000. Suasananya tenang dan cocok buat meeting online. “Hampir setiap ada tugas saya ngerjainnya di Kopken, bikin semangat ngerjainnya dan minumnya enak-enak,” ujar mahasiswa langganan Kopi Kenangan.

Yang paling menarik dari cafe ini, Kopi Kenangan Dr. Radjiman buka 24 jam. Jadi mau begadang ngerjain deadline jam 2 pagi atau meeting pagi-pagi tetap aman. Cocok banget buat mahasiswa, freelancer, dan siapa aja yang butuh tempat produktif kapan aja.(*cesya)

Categories
kesehatan

Menjaga Pola Hidup Sehat Sebagai Mahasiswa

Surakarta – Menjaga pola hidup sehat menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama di kalangan mahasiswa yang memiliki aktivitas padat. Pola hidup sehat mencakup kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, serta mampu mengelola stres dengan baik agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.

Di tengah kesibukan perkuliahan, banyak mahasiswa sering mengabaikan kesehatan karena jadwal yang padat, tugas yang menumpuk, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. Padahal, menjaga pola hidup sehat dapat meningkatkan konsentrasi, produktivitas, dan daya tahan tubuh sehingga aktivitas belajar dapat berjalan dengan lebih maksimal. Kebiasaan sederhana seperti sarapan sebelum beraktivitas, minum air putih yang cukup, serta mengurangi konsumsi minuman manis juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh.

Dalam wawancara yang dilakukan di Lobby Politeknik Indonusa Surakarta, Natacia (20) mengatakan bahwa menjaga pola makan merupakan langkah awal untuk hidup sehat. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi harus mengandung gizi seimbang, seperti buah-buahan, sayuran, dan protein. Selain itu,olahraga juga menjadi bagian penting untuk menjaga kebugaran tubuh. “Kalau makan harus pilih yang bergizi, harus seimbang antara buah, sayur, dan proteinya.selain itu juga harus diimbangi olahraga walaupun tidak setiap hari. Kalau ada waktu senggang di sela-sela kuliah, saya biasanya jogging,” ujar natacia pada 17 Juli 2026.

Natacia juga menambahkan bahwa pola tidur yang teratur selama 7-8 jam setiap malam berperan penting dalam memulihkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan. Di samping itu, mengelola stres melalui kegiatan positif seperti bercerita, menjalankan hobi, atau melakukan aktivitas yang disukai juga dapat membantu meningkatkan suasana hati dan menjaga kesehatan mental. Para tenaga kesehatan juga menganjurkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan agar penyakit dapat dideteksi sejak dini. Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten melalui pola makan bergizi, olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan pengelolaan stress yang baik, masyarakat, khususnya mahasiswa, dapat mencegah berbagai penyakit, meningkatkan kebugaran, serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih produktif dan optimal. Pola hidup sehat bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. (*dea)