

Karanganyar – Sebagai mahasiswa Program Studi Produksi Media Politeknik Indonusa Surakarta, saya, Dafa Nurizqan Hidayat, mendapatkan kesempatan mengerjakan proyek fotografi untuk mata kuliah Photography. Pada Juli 2026, saya memilih melakukan sesi pemotretan di Verdant Padel Colomadu, sebuah fasilitas olahraga padel di kawasan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Saya mengangkat konsep yang memadukan olahraga padel yang sedang berkembang di kalangan anak muda dengan busana batik sebagai identitas budaya Indonesia. Melalui karya ini, saya ingin menunjukkan bahwa tren olahraga modern dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai budaya Nusantara.
Saya memilih Verdant Padel Colomadu sebagai lokasi pemotretan karena lapangan ini memiliki konsep modern dengan pencahayaan yang mendukung proses fotografi. Suasana lapangan memberikan kesan dinamis sehingga sesuai dengan tema yang ingin saya angkat, yaitu perpaduan olahraga padel dengan busana batik sebagai identitas budaya Indonesia.
Model yang saya potret, Oca, mengenakan busana bermotif batik sambil memperagakan berbagai gerakan dasar olahraga padel, seperti melakukan servis, memegang raket, hingga bersiap menerima bola. Saya mengarahkan setiap pose agar unsur olahraga tetap terlihat natural tanpa menghilangkan nilai estetika batik sebagai fokus utama dalam karya fotografi.
Menurut Oca, konsep pemotretan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sesi foto yang pernah ia jalani sebelumnya. “Awalnya saya mengira batik hanya cocok dipakai dalam acara formal. Setelah menjalani sesi pemotretan ini, ternyata batik juga bisa dipadukan dengan olahraga seperti padel dan tetap terlihat modern serta menarik,” ujarnya.
Sebagai fotografer, saya melihat perpaduan antara tren olahraga padel dan busana batik mampu menghasilkan visual yang unik sekaligus menyampaikan pesan bahwa budaya Indonesia dapat mengikuti perkembangan lifestyle anak muda. Melalui proyek fotografi ini, saya ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya menjadi simbol warisan budaya, tetapi juga dapat dikenakan dalam berbagai aktivitas modern tanpa kehilangan identitasnya.
Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya menjadi tugas perkuliahan, melainkan juga media untuk mengeksplorasi kreativitas sebagai calon praktisi media. Saya berharap konsep yang memadukan olahraga padel dengan batik dapat menjadi inspirasi bahwa budaya Indonesia mampu beradaptasi dengan tren lifestyle masa kini tanpa kehilangan jati dirinya. Melalui lensa kamera, saya belajar bahwa sebuah foto dapat menjadi sarana untuk menceritakan identitas, kreativitas, dan kebanggaan terhadap budaya lokal.(*nurizqan)