Categories
Lifestyle

Wedangan Pinggir Jalan Ruang Pelepas Penat Tengah Malam

Surakarta – Masyarakat lokal hingga kini makin menggandrungi wedangan sebagai destinasi akhir yang kerap dikunjungi. Melipir ke wedangan tradisional yang ada di pinggiran jalan sudah menjadi identitas gaya hidup masyarakat untuk merayakan kesederhanaan.

Mereka menemukan ruang santai yang murah meriah untuk melepas stres setelah seharian bergelut dengan rutinitas modern yang padat. Ada pengamen yang menghabiskan Rp5.000 rupiah membeli kopi serta beberapa gorengan yang cukup untuk mengganjal perut dan menghilangkan kantuk.

Pekerja seperti ojek online, biasanya mampir untuk beristirahat sejenak sembari menunggu orderan masuk. Tak lupa mengisi perut mereka agar tak keroncongan saat masih harus mengejar target orderan hingga tengah malam.  

Beberapa memutuskan untuk berhenti sejenak ke tenda wedangan pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Seperti Dani selaku driver online shoope food yang berhenti di wedangan yang ada di jalan Dr. Radjiman dekat pom bensin. “Saya biasanya datang setiap hari ke sini. Setelah selesai mengantar orderan makanan, saya santai-santai dulu ke sini sekitar satu jam atau dua jam sebelum akhirnya pulang ke rumah,” ujarnya pada kamis (23/07/2026) malam hari.

Adapun anak muda yang sengaja baru keluar mencari angin segar setelah seharian penuh mengerjakan pekerjaan sekolah. Hal ini menjadi simbol baru dalam menikmati waktu santai  di tengah gemerlap kota.

Aktivitas menyusuri kota di waktu malam, bukan lagi sekadar urusan mengisi perut yang lapar di kala sahur atau dini hari, melainkan sudah bergeser menjadi identitas gaya hidup masyarakat Solo untuk mengusir penat dan letih yang menumpuk di pundak mereka. (*ridho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *