Categories
kesehatan

Rayakan Ultah Dengan Sehat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Saat Ulang Tahun

Cek  Kesehatan  Gratis  (CKG)  bagi  yang  Berulang  Tahun  merupakan  salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, yang sudah dimulai pada tahun 2025 di puskesmas penumping laweyan kini masih berlanjut, yang bertujuan  meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit. Melalui program ini, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis sesuai kelompok usia dan kebutuhan medis.

Untuk memudahkan peserta dalam mengikuti pelayanan, berikut alur Pemeriksaan Kesehatan

Gratis bagi yang Berulang Tahun.

1. Pendaftaran

Daftar di loket Pojok Satu Sehat dengan menunjukkan KTP yang berlaku. Petugas akan memverifikasi data peserta.

2. Skrining

Peserta mengisi kuesioner riwayat kesehatan, kebiasaan hidup, dan faktor risiko. Hasilnya jadi dasar penentuan pemeriksaan. Jika perlu, akan dilakukan pemeriksaan lab atau EKG.

3. Pemeriksaan Dasar

Cek fisik umum seperti tekanan darah, BB, TB, cek gigi dan mulut. Untuk anak 1–6 tahun ada pemeriksaan tumbuh kembang.

4. Deteksi Dini

Meliputi deteksi dini kanker payudara, usus, dan leher rahim sesuai indikasi medis.

5. Pemeriksaan Penunjang

Jika ada indikasi, peserta akan dirujuk untuk lab darah, gula, kolesterol, atau EKG.

6. Konsultasi Hasil

Tenaga kesehatan menjelaskan hasil dan memberikan rapor kesehatan serta rekomendasi tindak lanjut.

Catatan

●   Pemeriksaan tumbuh kembang khusus usia 1–6 tahun.

●   Lab, EKG, dan deteksi kanker sesuai indikasi medis.

Ayo Manfaatkan!

Cek kesehatan rutin penting untuk mencegah penyakit lebih awal. Ikuti PKG Saat Ulang Tahun untuk tahu kondisi kesehatanmu sejak dini.

Periksa Hari Ini, Sehat di Masa Depan.

——————————————————————————————————————— Info lebih lengkap dapat diakses melalui :

Puskesmas Penumping https://share.google/1g0vgsPsw1AGuuowZ

– Email : penumpingpuskesmas@gmail.com

– Telephone : (0271) 7654359

– WhatsApp : 082133053006

– Narasumber : Bapak Muhammad raufik | Petugas Puskesmas

——————————————————————————————————————— Jl. Dr Radjiman No 456 Gg Reksogadan Bumi Laweyan Kota Surakarta

@kemenkes_ri.

@ayosehat.kemkes.

@pemkot_solo

@dinkessurakarta

#penumping #edukasi #tips #cekkesehatangratis

Categories
Lifestyle

Boyband Campur Sari “Format Music”, Berawal dari Hobi hingga Menghibur Masyarakat

SURAKARTA, 3 Juli 2026 Boy Band Campursari Format Music terus memperkuat eksistensinya di Surakarta dengan tampil minimal dua kali setiap pekan di berbagai panggung hiburan. Grup beranggotakan enam personel yang berdiri sejak 2022 ini mengusung lagu-lagu populer dan campursari berbahasa Jawa, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap musik campursari modern.

Menurut Mas Yuli, konsistensi tampil menjadi kunci perkembangan grup. “Respons positif dari masyarakat menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas musikalitas dan performa panggung,” ujarnya. Apresiasi penonton saat tampil di pasar malam menjadi salah satu pencapaian berkesan bagi Format Music, yang kini terus memperluas jangkauan penampilan agar semakin dikenal sebagai grup campursari muda asal Solo Raya. Bagi Format Music, setiap panggung memiliki cerita tersendiri. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika mereka tampil di sebuah pasar malam. Saat itu, antusiasme masyarakat di luar dugaan. Penonton tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga ikut bernyanyi dan berjoget bersama sepanjang acara berlangsung.

Ia mas yuli, menjelaskan bahwa respons positif dari masyarakat menjadi motivasi terbesar bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas penampilan. Tidak hanya dari sisi musikalitas, mereka juga terus memperhatikan konsep pertunjukan agar penonton mendapatkan hiburan yang menarik setiap kali Format Music tampil.

Di tengah semakin tingginya minat masyarakat terhadap musik campursari modern, kehadiran Boyband Campursari Format Music menjadi bukti bahwa budaya tradisional mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Berbekal semangat, kekompakan, dan kecintaan terhadap musik, grup asal Solo Raya ini terus melangkah untuk memberikan hiburan berkualitas sekaligus menjaga agar musik campursari tetap hidup dan dicintai lintas generasi.

Perjalanan mereka mungkin masih panjang, namun Format Music telah membuktikan bahwa sebuah hobi yang dijalani dengan kesungguhan dapat berkembang menjadi karya yang memberi manfaat bagi banyak orang. Melalui setiap penampilan di atas panggung, mereka tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa pesan bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di hati masyarakat, terutama ketika dikemas secara kreatif dan mengikuti perkembangan zaman.

Categories
Lifestyle

Anak Muda Tetap Setia Nongkrong di Angkringan – Tetap Sederhana, Tetap Istimewa

(Solo)– Menjamurnya coffee shop di berbagai daerah di kota solo tidak serta-merta menggeser keberadaan angkringan sebagai tempat favorit anak muda untuk berkumpul. Di tengah tren gaya hidup modern yang identik dengan kafe berkonsep estetik, dan dengan datangnya budaya kalcer,angkringan justru tetap menjadi pilihan karena menawarkan suasana yang sederhana, akrab, dan ramah di kantong.

Fenomena ini terlihat dari ramainya sejumlah angkringan pada malam hari yang dipenuhi pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda. Bagi mereka, angkringan bukan hanya tempat makan, tetapi juga ruang untuk berbincang, berdiskusi, hingga melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain harga makanan dan minuman yang jauh lebih terjangkau dibanding coffee shop, suasana yang santai tanpa tuntutan gaya hidup tertentu menjadi alasan utama angkringan tetap diminati. Salah satu pengunjung Alvin, yang berasal dari klaten dan bekerja di kota solo,” ya kalau di coffeshop itu rata-rata menurut saya pada adu gengsi dan outfit mas,dan kesannya kaya terlalu memaksakan untuk bergaya hidup mewah” ,tuturnya. Di sisi lain, coffee shop memang menawarkan fasilitas seperti internet cepat, interior modern, dan ruang kerja yang nyaman sehingga menjadi pilihan bagi sebagian anak muda untuk belajar maupun bekerja. Namun, bagi banyak kalangan, angkringan memiliki nilai sosial dan budaya yang sulit tergantikan.

Categories
Lifestyle

Skin Committee Surakarta

(Surakarta)-Seorang mahasiswa melakukan observasi di klinik kecantikan The Skin Committee yang berlokasi di Jalan Veteran No. 2, Pasar Kliwon, Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui proses konsultasi dan pelayanan skincare melalui wawancara dengan dokter serta pengamatan langsung di ruang konsultasi.

Dalam kegiatan tersebut, dokter menjelaskan bahwa setiap pasien akan menjalani pemeriksaan kondisi kulit terlebih dahulu sebelum memperoleh rekomendasi produk maupun tindakan perawatan. Proses ini dilakukan agar penanganan yang diberikan sesuai dengan jenis kulit dan permasalahan yang dialami pasien.

Dalam sesi wawancara, dokter menyampaikan, “Di The Skin Committee, kami percaya bahwa penggunaan skincare harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Oleh karena itu, setiap pasien akan mendapatkan analisis terlebih dahulu agar perawatan yang diberikan lebih tepat, aman, dan efektif.”

Selain memberikan rekomendasi skincare, dokter juga mengedukasi pasien mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit melalui rutinitas perawatan yang konsisten serta pola hidup sehat.

Observasi ini memberikan gambaran mengenai alur pelayanan di The Skin Committee, mulai dari konsultasi, analisis kondisi kulit, hingga pemberian solusi perawatan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pelayanan profesional dan edukasi dalam dunia perawatan kulit.

Categories
Lifestyle

Pameran Foto Meriahkan Car Free Day (CFD), Jadi Hiburan Edukatif Bagi Masyarakat

Surakarta, 28 Juni 2026 – Suasana Car Free Day (CFD) dikawasan jalan slamet riyadi semakin semarak dengan hadirnya pameran fotografi yang menampilkan berbagai karya foto kreatif,kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa program studi D4 produksi media ini menjadi salah satu hiburan yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan.

Pameran tersebut berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. 51 karya foto dipajang pada panel pameran dan dilengkapi dengan kode QR yang didalamnya terdapat informasi lengkap. Selain menikmati hasil karya foto,masyarakat juga dapat berdiskusi langsung dengan fotografer mengenai proses pengambilan gambar dan makna dibalik setiap foto.

Ketua panitia : Anggi satria,mengatakan bahwa pameran ini bertujuan memberikan hiburan yang tidak hanya menarik,tetapi juga edukatif bagi masyarakat. “kami ingin menghadirkan hiburan yang berbeda di CFD. Melalui foto-foto yang dipamerkan, kami berharap masyarakat dapat lebih mengapresiasi seni fotografi sekaligus memahami berbagai cerita yang tersimpan dibalik setiap karya”,ujarnya.

Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya masyarakat yang berhenti untuk mengamati setiap foto, hingga berbincang dengan para fotografernya. Salah seorang pengunjung, Ridha asyakuri ni’mah, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. “Biasanya saya datang ke CFD hanya untuk berolahraga dan menikmati berbagai makanan”, katanya.

Melalui penyelenggaraan pameran fotography dikawasan Car Free Day ini,panitia berharap kegiatan ini menjadi hiburan yang mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni fotografi dan komunikasi visual.

Categories
Lifestyle

Coffee Shop di Solo: Antara Tren Gaya Hidup dan Tantangan Tata Kota

SOLO – Pertumbuhan coffee shop di Kota Solo terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kedai kopi yang dahulu identik sebagai tempat menikmati minuman kini telah berkembang menjadi ruang multifungsi bagi masyarakat. Selain menjadi tempat bersantai, coffee shop juga dimanfaatkan sebagai lokasi bekerja, belajar, hingga berkumpul bersama komunitas.

Fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya coffee shop yang bermunculan di berbagai kawasan Kota Solo, terutama di pusat kota dan wilayah yang berdekatan dengan kampus maupun pusat perkantoran. Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang menjadikan coffee shop sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari

Di sisi ekonomi, bertambahnya jumlah coffee shop memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja. Setiap usaha baru membutuhkan tenaga kerja, mulai dari barista, kasir, pelayan, hingga staf operasional. Selain itu, meningkatnya permintaan terhadap biji kopi juga membuka peluang bagi petani kopi, roastery, serta pelaku usaha yang bergerak di bidang penyediaan peralatan dan perlengkapan kedai kopi.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi Achmad Ardianto menilai,menjamurnya coffee shop di Kota Solo memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Kehadiran usaha tersebut dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi, membuka lapangan kerja, serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pajak.

Meski demikian, menurutnya, pesatnya pertumbuhan coffee shop juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam aspek penataan ruang dan lalu lintas. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keterbatasan lahan parkir yang menyebabkan kendaraan pengunjung kerap menggunakan bahu jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sejumlah kawasan.

“Penataan parkir perlu kita perhatikan. Di beberapa lokasi, kepadatan parkir sudah mulai terasa dan berpotensi menimbulkan kemacetan,” tegasnya

Pemanfaatan ruang publik juga menjadi perhatian. Di beberapa lokasi, area trotoar digunakan sebagai tempat duduk tambahan bagi pelanggan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi kenyamanan pejalan kaki apabila tidak diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan tata ruang, meningkatnya kebutuhan bahan baku turut menjadi perhatian pelaku usaha. Permintaan biji kopi yang terus bertambah dapat memengaruhi harga di pasaran, meskipun fluktuasi harga juga dipengaruhi oleh faktor produksi, distribusi, serta kondisi cuaca di daerah penghasil kopi.

Pengamat ekonomi menilai bahwa pertumbuhan coffee shop merupakan indikator berkembangnya sektor ekonomi kreatif di daerah. Namun, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan kebijakan pemerintah terkait penataan kawasan usaha, pengawasan terhadap pemanfaatan ruang publik, serta optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Dengan penataan yang tepat, keberadaan coffee shop diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang nyaman bagi seluruh masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan industri kopi di Kota Solo dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dengan penataan yang tepat, keberadaan coffee shop diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang nyaman bagi seluruh masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan industri kopi di Kota Solo dapat berlangsung secara berkelanjutan. Ke depan, pemerintah diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap pemanfaatan ruang publik, memperbaiki sistem pengelolaan parkir, serta mengoptimalkan penerimaan pajak dari sektor ini. Sementara itu, pelaku usaha diharapkan menjalankan bisnis secara tertib dan mematuhi regulasi yang berlaku sehingga perkembangan coffee shop dapat terus memberikan manfaat bagi perekonomian tanpa mengurangi kualitas tata ruang dan kenyamanan masyarakat.

Categories
Lifestyle

Omzet UMKM bakso keliling di Kota Solo Menurun di tengah ketatnya persaingan Usaha

(Solo)– Pedagang bakso keliling di pinggir Jalan Slamet Riyadi mengaku mengalami penurunan omzet penjualan karena jumlah pedagang bakso keliling semakin meningkat. Meski demikian, usaha tersebut tetap bertahan dengan harga mulai dari Rp5.000.

Pak Senen, pemilik usaha bakso keliling yang telah berdiri sejak 2019, mengatakan bahwa usahanya masih berjalan meskipun penghasilannya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Omzet penjualan saat ini berada di kisaran Rp200.000 per hari.

“Sekarang omzet menurun sejak pandemi Covid-19. Dulu penghasilan saya sekitar Rp500.000 per hari, sekarang hanya sekitar Rp200.000 per hari karena pedagang bakso keliling semakin banyak,” ujar Pak Senen saat melayani pelanggan.

Pak Senen menjelaskan persaingan usaha pedagang bakso keliling di Jalan Slamet Riyadi semakin ketat karena banyak pedagang baru yang menjual produk serupa. Meski demikian, ia tetap mempertahankan kualitas rasa dan harga yang terjangkau agar pelanggannya tetap setia.

Frisa, salah seorang pembeli, mengaku memilih membeli bakso di tempat Pak Senen karena harganya yang terjangkau dan tersedia berbagai pilihan bakso.

“Bakso di sini harganya murah dan ada pilihan bakso ayam dan sapi,” ujar Frisa saat membeli bakso.

Pak Senen berharap usahanya dapat terus bertahan dan jumlah pelanggannya kembali meningkat seperti semula agar dapat mencukuoi kebutuhan hariannya.

Categories
Lifestyle

Harga Daster di Pasar Naik, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

(Solo) – Harga berbagai jenis pakaian, khususnya daster dan baju rumahan, mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa bulan  terakhir. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh naiknya biaya produksi, harga bahan baku kain, serta ongkos distribusi dari pabrik ke pedagang.

Salah satu pedagang pakaian di pasar, Ibu Widya, mengatakan bahwa harga kulakan daster dari distributor mengalami kenaikan sehingga ia terpaksa menyesuaikan harga jual untuk  konsumen.

“Kalau dulu harga kulakan daster sekitar Rp50.000 per potong, sekarang sudah naik dari Rp55.000 bisa sampai Rp60.000. Mau tidak mau harga jual juga ikut naik karena kalau tidak begitu, keuntungan yang saya dapatkan sangat sedikit “ ujar Ibu Widya saat ditemui di kiosnya, Jumat (3/7).

Menurutnya, kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Banyak pelanggan yang hanya melihat-lihat atau membandingkan harga tanpa jadi membeli.“Pembeli sekarang lebih banyak bertanya harga. Ada yang akhirnya tidak jadi beli karena menurut mereka harganya sudah lebih mahal dari biasanya. Jadi penjualan memang agak menurun,” jelasnya.

Meski demikian, Ibu Widya tetap berusaha mempertahankan kualitas barang yang dijual agar pelanggan tetap percaya dan kembali berbelanja di tokonya.“Saya tetap memilih barang yang bahannya bagus dan nyaman dipakai. Harapannya pelanggan tetap puas walaupun harganya sedikit naik,” tambahnya.

Sejumlah pembeli mengaku memahami kenaikan harga tersebut karena hampir semua kebutuhan pokok dan biaya produksi juga mengalami peningkatan. Namun, mereka berharap harga pakaian dapat kembali stabil sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.

Kenaikan harga pakaian menjadi salah satu tantangan bagi pedagang pasar tradisional. Selain harus menghadapi biaya operasional yang meningkat, mereka juga dituntut untuk tetap mampu menarik minat pembeli di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat lebih selektif dalam berbelanja.

Para pedagang berharap harga bahan baku tekstil dan biaya distribusi dapat kembali dijual dengan stabil agar harga jual pakaian tidak terus mengalami kenaikan. Dengan kondisi tersebut, daya beli masyarakat diharapkan meningkat sehingga aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali ramai.

Categories
Lifestyle

Es Dawet Telasih Bu Haji Sipon, Kuliner Tradisional Pasar Gede yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi

SOLO – Di tengah menjamurnya minuman kekinian, Es Dawet Telasih Bu Haji Sipon di Pasar Gede tetap mempertahankan cita rasa tradisional yang telah dijaga sejak tahun 2006. Menariknya, di tengah perkembangan zaman, minuman khas Solo ini justru semakin diminati masyarakat maupun wisatawan.

Bu Nina melayani pembeli di lapak Es Dawet Telasih Bu Haji Sipon, Pasar Gede, Solo. Kuliner tradisional yang berdiri sejak 2006 ini masih mempertahankan resep asli hingga sekarang.

Berlokasi di dalam Pasar Gede, lapak Es Dawet Telasih Bu Haji Sipon menjadi salah satu tujuan pengunjung yang ingin menikmati minuman tradisional khas Solo. Perpaduan dawet, biji telasih, ketan hitam, bubur sumsum, dan kuah santan manis menghadirkan cita rasa yang tetap konsisten dari waktu ke waktu.

Bu Nina, selaku penjual, mengatakan bahwa usaha Es Dawet Telasih Bu Haji Sipon mulai berdiri pada tahun 2006. Selama hampir dua dekade, resep yang digunakan tidak pernah berubah demi menjaga cita rasa yang sudah dikenal pelanggan.

“Mulai jualan dari tahun 2006. Resepnya dari dulu sampai sekarang tetap sama, tidak ada yang diubah,” ujar Bu Nina saat ditemui di Pasar Gede.

Menurutnya, mempertahankan resep merupakan bentuk komitmen agar pelanggan tetap mendapatkan rasa yang sama setiap kali berkunjung. Banyak pelanggan lama yang masih datang, bahkan mengajak keluarga maupun kerabat untuk menikmati minuman tersebut.

Di tengah maraknya minuman modern, Es Dawet Telasih Bu Haji Sipon justru mengalami peningkatan jumlah pembeli.

“Sekarang malah semakin banyak yang beli. Banyak juga pembeli dari luar kota yang sengaja datang ke sini,” katanya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Keaslian rasa yang dipertahankan selama bertahun-tahun menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan kuliner khas Solo.

Categories
Lifestyle

Di balik Gang Sempit Batik Kauman Terus Berkembang

(SOLO)Di balik gang sempit kawasan batik Kauman terus berkembang sebagai salah satu tempat pelestarian batik di kota Solo. Di sana terdapat gang-gang menampilkan sample contoh motif batik yang menghiasi dinding-dinding di sekitar toko sehingga memberikan suasana khas yang mencuri perhatian para pengunjung.

Kawasan ini mencerminkan tradisi membatik yang masih terjaga hingga saat ini. Di sinilah proses pembuatan batik secara langsung, serta memperlihatkan berbagai hasil karya batik yang memiliki motif dengan desain yang unik.

Ibu Parmi salah satu pengrajin di Kampung Batik Kauman, batik yang dihasilkan disini mencerminkan keaslian karena tetap memegang teguh nilai tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa batik Kauman memiliki karakteristik yang kuat dalam proses pembuatan yang manual dan tidak dapat tergantikan oleh mesin.”di sini batik tetap eksis mbak, walaupun zaman kan sudah modern, karena batik itu punya daya tarik tersendiri yang tidak bisa tergantikan” ujar Ibu Parmi.

Menurut Bu Parmi pembuatan kain batik juga membutuhkan waktu sekitar 3 minggu untuk menghasilkan satu kain batik. Proses panjang ini diperlukan untuk menghasilkan kreativitas pengrajin dalam menghasilkan suatu karya yang memiliki bernilai dan budaya harus dilestarikan.

Di balik gang Batik Kauman,terdapat daya tarik lain yang tak kalah penting. Kampung Batik Kauman buat ini menjadi tujuan menarik bagi banyak orang yang ingin belajar atau menambah wawasan mengenai karya seni lewat membatik.

Ini menunjukkan bahwa Batik Kauman lebih dari sekadar tempat produksi batik, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran budaya bagi masyarakat. Di antara gang-gang Batik Kauman, tradisi membatik terus dipelihara oleh para pengrajin sebagai cara memperkenalkan kepada generasi mendatang agar tetap terjaga ditengah perkembangan zaman.