
Di tengah meningkatnya biaya produksi, UMKM Jati Blonde tetap mampu mempertahankan usahanya dengan mengandalkan produk hampers berbahan kayu yang dibuat secara custom. Usaha yang memproduksi jam kayu, lampu tidur, dan berbagai hadiah berbahan kayu ini terus melayani pesanan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia melalui pemasaran digital.
Produk Jati Blonde menyasar pasar yang beragam, mulai dari pasangan, keluarga, sahabat, hingga perusahaan yang membutuhkan hadiah untuk berbagai kesempatan, seperti ulang tahun, pernikahan, wisuda, Hari Guru, Hari Ibu, dan perayaan lainnya. Konsep hadiah yang dapat dipersonalisasi menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Jati Blonde memanfaatkan berbagai platform digital, seperti Shopee, TikTok Shop, Instagram, dan Facebook. Promosi juga dilakukan melalui layanan Meta Ads sehingga produk lebih mudah dikenal masyarakat.
Permintaan produk umumnya meningkat pada musim wisuda, Hari Valentine, Hari Ibu, Hari Guru, akhir tahun, serta saat berlangsung kampanye belanja daring, seperti 7.7, 8.8, 9.9, hingga 12.12. Sementara itu, pada hari-hari biasa, penjualan cenderung berlangsung stabil.
Pemilik Jati Blonde mengatakan kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Untuk mengatasinya, usaha tersebut mencari pemasok dengan harga yang lebih kompetitif, membeli bahan baku saat harga masih stabil, serta mengoptimalkan penggunaan material agar lebih efisien. Penyesuaian harga jual dilakukan secara bertahap apabila kondisi tidak memungkinkan untuk mempertahankan harga sebelumnya. Ke depan, Jati Blonde berharap UMKM Indonesia semakin berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal. Kondisi ekonomi yang semakin baik juga diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pelaku UMKM dapat terus berinovasi, memperluas pasar, dan membuka lebih banyak peluang usaha.