SURAKARTA – Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai penyakit musiman. Kondisi suhu yang tinggi dapat memicu gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, diare, muntah, dan demam, terutama jika tubuh kekurangan cairan atau mengonsumsi makanan yang kurang higienis.
Salah satu warga Surakarta, Tatik, menceritakan bahwa adiknya yang berusia 18 tahun mengalami diare, muntah, dan demam selama dua hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh cuaca panas yang membuat tubuh anaknya menjadi lebih mudah lemas dan kehilangan cairan. “Awalnya adik saya mengeluh badannya panas, kemudian muntah dan diare. Sudah dua hari kondisinya seperti itu, jadi sekarang kami memilih merawatnya di rumah sambil memastikan kebutuhan cairannya tetap terpenuhi dan memberinya makanan yang mudah dicerna,” ujar Tatik.
Ia mengatakan selama masa perawatan, adiknya lebih banyak beristirahat dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, keluarga juga rutin memberikan air putih dan larutan elektrolit untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat diare dan muntah.
Kondisi cuaca yang panas memang dapat meningkatkan risiko dehidrasi apabila tubuh tidak memperoleh asupan cairan yang cukup. Apabila disertai diare dan muntah, kehilangan cairan akan berlangsung lebih cepat sehingga perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi.
Masyarakat diimbau untuk memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta menghindari aktivitas di bawah terik matahari dalam waktu yang lama. Jika gejala seperti demam tinggi, diare, atau muntah terus berlanjut dan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, penderita sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
Dengan menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan yang bersih, serta memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, risiko penyakit musiman selama cuaca panas dapat diminimalkan sehingga masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dengan baik. (*uswa)