SURAKARTA – Di kota solo terdapat beragam jenis kuliner. Serabi Notosuman menjadi salah satu kuliner tradisional yang banyak dipilih wisatawan sebagai oleh-oleh khas Kota Solo. Salah satu penjualnya yaitu Ibu Sutarti (44 tahun) yang mulai berdagang sejak tahun 2003. Cita rasa khas dan proses pembuatan yang masih mempertahankan cara tradisional menjadi daya tarik bagi para pembeli.
Serabi Notosuman mempunyai beraneka ragam rasa. Mulai dari rasa original, coklat, nangka, pisang. Serabi Notosuman ini masih banyak digemari dikalangkan anak muda atau Mahasiswa. Mereka biasanya membeli serabi sebagai oleh – oleh untuk dibawa pulang. “Banyak pembeli dari wisatawan luar kota atau mahasiswa untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” ujar Ibu Sutarti.
Menurutnya, jumlah pembeli biasanya mengalami peningkatan saat akhir pekan, musim liburan, dan hari-hari tertentu. Meski begitu, penjual tetap menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas serabi karena makanan tersebut memiliki daya tahan yang terbatas. “Serabi lebih enak kalau masih fresh. Jadi kami membuatnya sesuai kebutuhan agar kualitasnya tetap terjaga,” jelasnya.
Keberadaan Serabi Notosuman tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan kuliner di Solo, tetapi juga menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya kuliner tradisional. Hingga kini, serabi masih menjadi pilihan masyarakat yang ingin menikmati makanan khas dengan cita rasa tradisional.(*elisa)